Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA,  Keluarga dari Presiden RI ke-2 Soeharto, menyerahkan tambahan khazanah arsip statis tentang Presiden Soeharto kepada Arsip Nasional Republik lndonesia (ANRI). Penyerahan arsip tersebut, diserahkan langsung oleh Ibu Siti Hardiyanti Rukmana pada hari Kamis 18 Juli 2019.  Arsip statis tersebut diterima langsung oleh, Plt. Kepala ANRI, Sumrahyadi.

Penyerahan Arsip Statis Presiden Soeharto oleh Pihak Keluarga ke ANRI

“ANRI mengucapkan terima kasih atas penyerahan arsip ini. Semoga arsip tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas Sumrahyadi, saat memberikan sambutan di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari. gedung C. lantai 2 ANRI, Kamis (18/7/2019). Penyerahan arsip statis tersebut, merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 88 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Arsip tersebut, nantinya akan menjadi bagian dari arsip kepresidenan. Dimana dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal dan mengetahui sosok dan kebijakan para Presiden Indonesia dari masa ke masa. Pihak keluarga Soeharto juga menyampaikan, bahwa bangsa yang mengelola jejak langkah peninggalan peradabannya cenderung menjadi bangsa besar, serta unggul dibandingkan bangsa lain.

“Sejumlah dokumen Bapak (Presiden Soeharto), yang telah kami serahkan ke negara setidaknya dapat menjadi bagian penting dari sejarah. Mudah-mudahan dokumen itu bisa menjadi salah satu acuan masyarakat dalam menghadapi realitas sosial budaya yang kompleks seperti saat ini,” terang Mbak Tutut. Selain itu, mba Tutut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat mengambil unsur positif dari sejarah masa lalu. Merajut kembali identitas kebangsaan yang luhur dengan basis kebangsaan multikultur.

Arsip tambahan yang diserahkan keluarga Cendana kepada ANRI

Arsip yang diserahkan kepada ANRI, terdiri dari 19 roll microfilm yang berisi pidato Presiden Soeharto berikut dengan daftarnya, 10 roll microfilm pidato Ibu Tien Soeharto beserta daftar dan naskah pidatonya. 10 roll microfilm kumpulan risalah sidang kabinet periode tahun 1967 – 1998 dan proklamasi integrasi Balibo (yang mendeskripsikan tekad rakyat Timor Timur untuk bersatu dengan Indonesia) tahun 1976 beserta daftarnya, satu album foto yang terdiri dari 91 lembar foto yang merekam kegiatan Presiden Soeharto berikut compact disc-nya. Selain menyerahkan arsip, pihak keluarga pun meminjamkan satu unit alat baca microfilm yaitu microreader.

Siti Hardiyanti Rukmana sedang melihat arsip foto Soeharto di gedung ANRI

Untuk arsip – arsip yang berkaitan dengan peristiwa penting masa pemerintahan Presiden Soeharto, saat ini juga sudah bisa diakses oleh masyarakat di ruang baca ANRI. yang berasal dari berbagai perncipta arsip (provenance). Arsip yang bisa diakses, berupa arsip tekstual yang berjumlah 383 nomor, lalu arsip foto ada 633 nomor dan  arsip film dan arsip video yang berjumlah 225 nomor. Adapun untuk mengakses arsip tersebut, masyarakat dapat menggunakan sarana temu balik arsip berupa Guide Arsip Presiden ke-2 RI: Soeharto yang tersedia di Ruang Baca ANRI. (NAL)