Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya, Bali International Film Festival atau lebih dikenal sebagai Balinale, menghadirkan ratusan film dari 31 negara.

Perhelatan internasional tersebut berlangsung di Cinemaxx Lippo Mall Kuta Bali dengan mengusung tema “No Boundaries” dimana memenampilkan film-film dengan imajinasi tinggi dan unik.

Beberapa negera yang turut serta di antaranya adalah: Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, China, Israel, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Kroasia, AS, Kanada, Ekuador, Brazil, Selandia Baru, Australia, hingga beberapa negara Afrika.

Dikutip Redaksikota.com dari Indonesia.travel, Beberapa judul film yang ambil bagian dalam Balinale termasuk yang masuk dalam kategori Asian Premier seperti “Early Winter” (Kanada/Australia), “Rigoberta Menchu: Daughter of the Maya (AS)”, “Mr. Gaga” (Israel), “Elle” (Prancis), dan “Hunt for the WIlderpeople” (Selandia Baru).

Sejumlah judul film Indonesia unggulan juga ikut ditampilkan seperti “A Copy of My Mind”, “My Stupid Boss”, “The Promise”, dan “Negeri Van Oranje”.

Sejak 2007, Balinale digelar untuk memfasilitasi para pembuat film internasional dalam mempresentasikan karya-karya mereka di hadapan para penikmat film yang cerdas. Balinale telah diakui secara internasional menyajikan keragaman dalam film-film dokumenter, feature dan film pendek yang menjadi spesifikasi kategorinya.
Semua ini disajikan secara santai dan akrab melalui festival yang mempertemukan kreativitas global.

Tahun ini pihak panitia menggandeng jaringan Cinemaxx dengan menyelenggarakan beberapa rangkaian acara seperti Open Air Cinema (layar tancap), Student Film Program dan Children’s Charity Event.
Selain mengadakan kegiatan di Bali, Balinale 2016 juga mengadakan workshop di beberapa kota, seperti Bandung dan Jakarta. Acara-acara seperti forum pembuat film dan resepsi film juga akan diselenggarakan sebagai kegiatan pre-event yang sudah diadakan sejak Februari lalu.

Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan penghargaan kompetisi film pendek yang mengadopsi tema “Big Ideas on a Small Screen” yang dimaksudkan untuk mendorong para kreator muda untuk memaksimalkan smartphone dalam memproduksi film-film pendek.

Event ini dihadiri para produser, sutradara, dan artis-artis ternama di Indonesia dimana menjadi sebuah festival film yang menjadi wadah untuk para film maker bertemu dan berdiskusi bersama.

Deborah Gabinetti, founder sekaligus direktur Balinale mengungkapkan bahwa ajang ini sangat bermanfaat untuk menjalin networking dengan para film maker dan produser film seluruh dunia.

“Kami tentu saja mempromosikan Indonesia kepada mereka agar mereka tertarik untuk melakukan produksi film di Indonesia. Beberapa dari mereka sangat antusias untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting film,” ujarnya.

Balinale 2016 juga mendapatkan respon positif dari para produser dan film maker seluruh dunia. Hal itu terlihat dari jumlah film yang mendaftar tahun dimana meningkat mencapai 355 film dari 55 negara.

“Yang terpenting adalah membawa mereka (film maker dan produser internasional) ke Indonesia dulu. Setelah mereka melihat Indonesia seperti apa, industri filmnya seperti apa, semoga mereka tertarik untuk mengeksplor Indonesia lebih banyak lagi sebagai lokasi syuting,” tambah Deborah.