ACTA akan Laporkan Pertemuan Membahas Pemenangan Pilpres di Istana ke Ombudsman RI

ACTA akan Laporkan Pertemuan Membahas Pemenangan Pilpres di Istana ke Ombudsman RI

BERBAGI

Jakarta – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) bakal melaporkan kasus dugaan pertemuan membahas pemenangan Pilpres di Istana ke Ombudsman RI karena diduga dikategorikan sebagai maladministrasi. Sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 3 UU No 37 tahun 2008 tentang Ombudsman RI.

Maladministrasi secara garis besar adalah perilaku melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain, yang dilakukan oleh penyelenggara negara yang menimbulkan kerugian materiil dan atau inmateriil bagi masyarakat.

“Kita tahu bahwa Istana adalah tempat kerja resmi Presiden sebagai Kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Seharusnya agenda-agenda politik gang hanya mementingkan salah satu kelompok seperti pemenangan Pilpres tidak dilakukan disana,” ungkap Sekretaris Dewan Pembina ACTA Said Bakhiri di Dunkin Donats Menteng Jakpus, hari ini.

Menurut dia, Istana adalah milik seluruh rakyat, bukan milik sekelompok orang pendukung partisan Presiden saja. Pihaknya mengingatkan kepada semua pihak bahwa di tahun politik ini janganlah mempertontonkan hal-hal yang tidak sesuai dengan etika secara berlebihan.

“Kita tidak boleh mentolerir sedikitpun penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik praktis. Kita harus kedepankan sikap ksatria dan taat azas agar menjadi contoh yang baik bagi rakyat,” tuturnya.

Dijelaskannya, hal yang di laporkan adalah ke Ombudsman adalah peristiwanya bukan personalnya. Pihaknya akan menyerahkan setidaknya dua bukti pemberitaan media online terpercaya. Dalam dua berita tersebut ada pernyataan bahwa memang ada pembahasan pemenangan Pilpres di Istana.

“Kami berharap agar Ombudsman RI sebagai lembaga negara yang mandiri bisa menerima, memverifikasi dan menindaklanjuti laporan kami ini,” tukasnya.