BERBAGI

Redaksikota, Bogor – Banjir bandang dan longsor melanda Kampung Tengah, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, akhir pekan ini. Selain jembatan kampung putus, beberapa rumah hancur dan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Tengah ambruk sehingga tak bisa lagi difungsikan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor,  Ade Ruhandi alias Jaro Ade cukup responsif atas peristiwa tersebut dengan mengunjungi lokasi bencana. Di lokasi, ia meminta Pemkab Bogor segera membangun kembali jembatan dan merelokasi SDN Kampung Tengah serta beberapa rumah warga ke tempat yang lebih layak.

Lebih dari 44 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Tengah yang terisolir lantaran jembatan penghubung terputus saat banjir bandang terjadi.

“Kondisi sekolah ini sudah sangat kritis dan tidak layak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Apalagi 70 persen ruang kelas ambruk terbawa banjir. Saya sudah mendapat laporan dari Danramil, Kepala Desa, Kapolsek, dan pemerintah kecamatan bahwa sekolah ini akan segera direlokasi. Dan itu harus segera dilakukan, karena anggaran untuk korban bencana memang telah dianggarkan,” ujar Jaro Ade.

Upaya relokasi, kata Jaro Ade, sudah tak bisa ditawar. Apalagi pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dimulai pada Senin (2/10/2017).

“Saya juga meminta agar di sepanjang aliran Sungai Puraseda ini dibangun tembok penahan tebing (TPT), terutama yang berdekatan dengan pemukiman warga,” tegasnya.

Sedangkan untuk jembatan penghubung yang putus, Jaro meminta pemerintah desa maupun daerah untuk segera membangun jembatan. Apalagi, jembatan ini merupakan hal yang urgen karena masyarakat saat ini harus melintasi derasnya sungai saat hujan tiba.(Kontributor *Ferdi)