Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Gerakan Aksi Mahasiswa Islam (GAMIS) Kalimantan Selatan menyayangkan pernyataan Prabowo Subianto yang tidak mempermasalahkan rencana pemindahan kantor Kedubes Australia ke Jerusalem. Bagi Gamis sikap itu sangat melukai perasaan umat muslim seluruh dunia.

Koordinator GAMIS KalSel, Rudi mengatakan bahwa di saat rakyat Palestina berjuang berkorban dengan darah dan banyaknya korban jiwa terus berjatuhan tak terkira jumlahnya, justru Prabowo yang notabane adalah Capres Presiden Indonesia tersebut malah membuat pernyataan yang tidak berpihak pada penderitaan mereka.

“Membela kemerdekaan Palestina hal yang tidak bisa ditawar lagi, bahkan founding fathers bangsa ini, Presiden Soekarno tahun 1962 pernah mengatakan akan berdiri menantang penjajahan Israel selama kemerdekaan belum diserahkan pada rakyat Palestina,” kata Rudi dalam orasinya, Jumat (30/11/2018).

Ia juga menekankan bahwa Undang-undang Dasar Indonesia pun sudah mengamanatkan semangat pembelaan terhadap kemerdekaan negara secara umum, termasuk juga Palestina.

“Dalam pembukaan UUD 1945 bunyinya pun jelas, ‘bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’,” terangnya.

Maka dari itu, Rudi melalui organisasinya GAMIS Kalsel menilai, bahwa Prabowo sesungguhnya tidak memiliki empati terhadap umat Islam. Bahkan ia pun menilai statemen tersebut sudah sangat membuktikan, bahwa sangat disayangkan jika ada yang mengatakan jika Prabowo adalah pemimpin pilihan umat muslim.

“Di saat dunia mengecam Israel dan mendukung Palestina, dan bangsa Indonesia sejak dulu konsisten membela perjuangan rakyat Palestina, di situlah peran GAMIS akan menentang segala bentuk kedzaliman yang dirasakan umat muslim,” tegas Rudi.

Ia juga menjelaskan bahwa sikapnya hari ini adalah sebagai bentuk konkret betapa mereka sangat menentang statemen Prabowo itu.

“Kami turun ke jalan, deklarasi untuk mengecam dan menyatakaan sikap serta meluruskan kesalahan berpikir seperti apa yang telah dinyatakan seakan tidak memiliki empati terhadap rakyat Palestina,” tutupnya.

(rey)