Beranda Peristiwa Manfaatkan Agama untuk Kepentingan Politik, Ponpes di Tasikmalaya Ogah Ikutan Reuni 212

Manfaatkan Agama untuk Kepentingan Politik, Ponpes di Tasikmalaya Ogah Ikutan Reuni 212

WIB
190 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

TASIKMALAYA – Ponpes Al Fauzan Kota Tasikmalaya tegaskan menolak reunian aksi 212 yang akan digelar sebentar lagi di Jakarta.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Fauzan Kota Tasikmalaya KH. Fauz Noor menolak lantaran agenda tersebut sebagai bentuk nyata dari politik identitas yang dituding mengancam persatuan bangsa.

“Kami secara tegas akan menolak kegiatan maupun aksi apapun termasuk reuni 212 selama masih ditunggangi oleh kepentingan politik,” tegas KH. Fauz Noor, hari ini.

Lebih lanjut, Ulama Tasikmalaya ini juga menyoroti pro dan kontra terkait permasalahan pembakaran bendera HTI oleh Banser di Garut yang kian digoreng untuk menyudutkan Banser. Sehingga bermunculan Aksi Bela Tauhid oleh sekelompok masyarakat, mengatasnamakan umat Islam yang menuntut sikap Pemerintah dan Polri untuk mengambil langkah kongkret dalam rangka penanganan kasus tersebut.

Dia menuding Aksi Bela Tauhid 211 dalam pelaksanaan nya diwarnai dengan penggunaan isu agama hanya untuk menyerang dan mendiskreditkan pemerintah yang dianggap tidak memihak kepada umat Islam.

“Gerakan ini semakin mengindikasikan bahwa aksi tersebut tidak lebih dari upaya pemanfaatan agama untuk tujuan politik praktis oleh kelompok yang berseberangan dengan pemerintah (oposisi),” ujarnya.

Dia melanjutkan Aksi Bela Tauhid sebagai bentuk nyata politik identitas yang diduga dimainkan oleh kelompok oposisi dan ditunggangi serta didukung penuh oleh kelompok HTI.

Masih kata dia, Aksi Bela Tauhid sejatinya tidak dilakukan dengan cara-cara demikian, apalagi dengan mengumbar simbol – simbol bertuliskan kalimat Tauhid untuk tujuan aksi unjuk rasa dengan menyerang dan mendiskreditkan kelompok lain.

“Beberapa kelompok masyarakat Kota Tasikmalaya (kontra pemerintah) memang memiliki kepentingan dengan isu tersebut mengingat secara kultur Kota Tasikmalaya tidak bisa lepas dari pengaruh dan histori sebagai basis pergerakan Darul Islam dan Masyumi yang masih memiliki cita-cita untuk mendirikan negara Islam di Indonesia,” paparnya.

Lebih jauh, kata Kyai Fauz, pihaknya secara pribadi maupun mewakili Ponpes Al Fauzan Tasikmalaya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang cenderung provokatif dan memecah belah, termasuk mewaspadai akan gerakan HTI dan kelompoknya yang terus menciptakan situasi tidak kondusif di Indonesia.

“Jangan mau terprovokasi oleh gerakan yang ingin menunggangi isu tertentu demi menciptakan situasi tidak kondusif di Indonesia,” pungkasnya.