Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan diri Komite Penyelamat Asset Negara menggelar aksi unjuk rasa di depa gedung Granadi, Jalan HR. Rasuna Said Blok X 1 No.Kav. 8-9, Setia Budi, Jakarta Selatan.

Dalam aksinya itu, massa menyatakan dukungannya kepada Pemerintahan Joko Widodo yang bersikeras untuk melakukan penyitaan terhadap aset Yayasan Supersemar.

“Dari Rp4,4 trilunan aset negara yang harus dikembalikan, Yayasan Supersemar baru mengembalikan kurang lebih Rp242 miliar. Gedung Granadi termasuk aset Yayasan Supersemar yang sudah harus disita oleh negara,” kata koordinator lapangan, Reynhard Joshua di Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).

Menurut Joshua, sejuah ini gedung Granadi banyak ditempati oleh perusahaan-perusahaan yang digerakkan oleh kroni rezim Soeharto. Bahkan ia menuding jika gedung tersebut merupakan simbol dari maraknya praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Kantor Yayasan Supersemar dan kantor Yayasan yayasan kroni orba juga merupakan simbol KKN rezim Orba. Oleh karena itu kami mendukung pemerintahan Jokowi melalui Kejaksaan Agung untuk menyita gedung Granadi dan semua aset Yayasan Super Semar lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Joshua menegeskan kembali bahwa pihaknya mendukung keras langkah pemerintahan Jokowi untuk menyita seluruh aset negara yang masih dikuasai oleh Yayasan Super Semar itu.

“Yayasan Super Semar dan Yayasan-yayasan bentukan rezim Orba yang menampung hasil KKN para kroni mantan presiden Soeharto untuk segera mengembalikan aset-aset negara dan kekayaan hasil KKN kepada negara,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi mimbar bebas di depan gedung Granadi masih berlangsung dengan tertib dan damai.

Namun belasan pendukung Soeharto diketahui masih berada di dalam gedung untuk melakukan penjagaan.

(red)