Beranda Peristiwa Kampanye Hitam Marak, Pemerintah Disarankan Bekerjasama dengan Penyedia Medsos

Kampanye Hitam Marak, Pemerintah Disarankan Bekerjasama dengan Penyedia Medsos

WIB
162 views
| Estimasi Baca: 1 menit
*ilustrasi

Jakarta – Barisan Insan Muda (BIMA) menghimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan media sosial sebagai kampanye hitam alias black campaign.

“Jelang Pilpres 2019, media sosial jangan dimanfaatkan untuk kampanye hitam. Karena sangat berpengaruh pada stabilitas nasional Indonesia,” tegas Aktivis BIMA Maulana, hari ini.

Lebih lanjut, Maulana menyarankan kepada pemerintah agar bisa bekerjasama dengan penyedia jasa layanan yang berhak membatasi regulasi pengguna media sosial. Sebab, dia mengaku akun-akun fake sangatlah susah terdeteksi.

“Harapannya pihak platfom dapat memberikan ruang dan basis data pada penegak hukum untuk membatasi permasalahan pelanggaran UU ITE yang sangat mengancam situasi kamtibmas dalam situasi pilpres 2019,” jelasnya.

Kata dia, tidak dipungkiri bahwa media sosial kini dimanfaatkan sebagai sarana berpolitik kotor seperti pelaksanaan black campaign, caranya adalah dengan penyebaran hoax atau berita bohong/palsu yang disebar ke seluruh masyarakat melalui media sosial seperti whatsapp, facebook, twitter, dan Instagram untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon dengan isu yang tidak benar atau dibuat-buat.

“Medsos juga dapat dijadikan alat untuk mengurangi elektabilitas pasangan lawan politik,” tambah dia lagi.

Lebih jauh, Maulana menghimbau agar masyarakat tidak mudah termakan sebuah informasi di media sosial yang digunakan sebagai black campaign.

“Masyarakat harus cerdas dan bisa lebih teliti untuk memfilter berita-berita hoaks tersebut,” tandasnya.