Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

LAMPUNG – Wakil Ketua Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuskindo) Didiek Purwanto mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pelaku usaha peternakan bersikap dewasa menerima dengan lapang dada hasil akhir rekapitulasi manual KPU terutama hasil Pilpres.

“Apapun hasilnya, semua pihak harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Baik dari unsur partai politik, kandidat, maupun relawan pemenangan. KPU merupakan institusi paling legitimate yang keabsahannya dijamin hukum,” ungkap Didiek, 17 Mei 2019.

“Siapapun Presidennya, itu adalah Presidennya semua rakyat Indonesia. Kita harus menerimanya dengan lapang dada,” tambah Didiek.

Lebih lanjut, Didiek juga menyatakan tidak mendukung gerakan people power yang kini berubah menjadi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang digaungkan oleh kubu BPN atau 02. Kata dia, narasi penolakan hasil penghitungan KPU alias tidak menerima kekalahan ini menjadi tensi politik kembali mendidih.

“Ancaman people power ini sama juga makar. Jika tidak menerima hasil Pemilu maka sebaiknya sampaikan ke MK. Parahnya lagi ada seruan jihad menuju Jakarta untuk mengepung KPU,” kata Didiek lagi.

Dia pun meminta agar elit politik bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan provokatif. Jangan membuat emosi umat semakin memanas.

“Elit politik harus bertanggung jawab, jangan jadi provokator, percayakan lembaga KPU. Jika ada dugaan kecurangan maka buktikan dengan data valid sebagai alat bukti forensik. Berdewasa lah dalam berpolitik,” katanya.

Lebih jauh, Didek mengimbau kepada publik tanah air untuk tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, dan jaga suasana kembali sejuk seperti semula. Dalam politik, kata dia, adakalanya berkompetisi.

“Setelah pemilu selesai, semua pihak harus kembali berangkulan. Pemilu hanya alat mencari calon pemimpin masa depan. Bukan alat memecah belah bangsa. Ingat jaga persatuan dan kesatuan,” tandasnya.