Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Persatuan Liga Muslim Indonesia (PLMI) kembali mengancam akan melakukan aksi damai Sejuta Umat Islam untuk mengepung dan mengusir Dubes Australia di Jakarta. Pasalnya, dalam waktu dekat akan diumumkan pemindahan kedutaan besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem bersaamaan dengan hari Sabat Yahudi.

“PLMI tidak bisa tinggal diam dan akan melayangkan surat ke Polda Metro Jaya dan Mabes Polri rencana aksi damai sejuta umat Islam kepung dan usir Dubes Australia di Jakarta,” tegas Juru Bicara PLMI Nanang Qosim, hari ini.

Menurut dia, pihaknya mengajak ormas Islam untuk melakukan konsolidasi untuk merencanakan aksi mengutuk pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem. Kata dia, Pemerintah Australia jelas-jelas melecehkan umat Islam dengan menutup mata dan telinga tak hiraukan penolakan dan kecaman umat Islam Indonesia dan Dunia atas pemindahan Kedubesnya di Tel Aviv ke Yerusalem. Kendati sikap resminya masih akan diputuskan hari ini seperti sudah terbaca dan bisa ditebak bahwa Australia tetap pada rencana awal mengikuti Amerika Serikat yang lebih dulu memindahkan Kedubesnya ke Yerusalem.

“Tentunya kami umat Islam Indonesia sangat kecewa dengan sikap Australia tersebut karena merasa super power sebagai sekutu AS dan terkesan mendapat angin segar dan ‘dukungan’ dari salah satu capres Indonesia Prabowo Subianto yang tidak ikut mengecam dan malah menghargai dan menghormati pemindahan Kedubes Australia sebagai hak dan kedaulatannya,” sesalnya.

Nanang melanjutkan sikap Prabowo sebagai capres tentunya sangat penting dan dibutuhkan demi semakin menguatkan posisi Indonesia dalam menolak dan ‘menekan’ Australia. Namun sangat miris dan riskan pernyataan Prabowo bisa saja atau malah jadi celah dan pemantik bagi Australia melanjutkan pemindahan Kedubesnya ke Yerusalem.

“Kami umat Islam di Indonesia sangat mengutuk ucapan Prabowo tersebut. Prabowo bisa kami salahkan atas pemindahan Kedubes Australia di Tel Aviv ke Yerusalem tersebut. Bisa juga kami katakan capres Prabowo ‘pro’ Israel. Kami juga sangat tersakiti dan mengutuk sikap Prabowo Subianto yang hanya diam, malah membiarkan dan mendukung Australia. Kami khawatir Prabowo ‘antek Israel’?,” pungkasnya.