Beranda Peristiwa Generasi Milenial Diminta Jadi Filter Utama Berita Hoaks

Generasi Milenial Diminta Jadi Filter Utama Berita Hoaks

131 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

LAMPUNG TENGAH – Banyaknya penyebaran hoaks di media sosial belakangan ini, telah mengundang keprihatinan banyak pihak, terutama generasi muda atau generai milenial. Berita hoaks tersebut, seringkali berisi konten – konten negatif, yang mengandung ujaran kebencian, fitnah, propaganda negatif alan konten lainnya, yang dapat menimbulkan keresahan dan kecurigaan antar warga masyarakat.

Sebagai wujud keprihatinan tersebut, Komunitas Milenial Lampung bekerjasama dengan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung tengah, menggelar dialog interaktif yang bertema “Strategi milenial menangkal berita hoax dalam mensukseskan pemilu tahun 2019.” Dialog interaktif yang dilaksanakan di Kafe Yangti, Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar pada Jumat malam (12/04/2019), dihadiri oleh puluhan generasi muda milenial dengan berbagai latar belakang, baik mahasiswa, pekerja, dan para aktivis yang yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan sekitarnya.

Dalam dialog tersebut, Wakapolres Lampung Tengah Kompol Harto Agung Cahyono, menyampaikan, bahwa sebagai generasi milenial yang memahami perkembangan teknologi mutakhir terutama handphone, perlu mewaspadai penyebaran berita hoaks, karena pelaku penyebar berita hoaks pasti dikenai sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Generasi milenial harus menjadi filter utama berita hoaks yang disebarkan melalui gadget, tapi tidak boleh ikut menyebar luaskan berita hoaks itu, karena ada konsekuensi hukum sesuai undang – undang yang berlaku,” kata Kompol Harto.

Sudah banyak penyebar berita hoaks yang dijerat kasus hukum di kepolisian, terutama menjelang pelaksanan pemilu 2019. Selain itu, generasi milenial tidak perlu panik apabila menemukan berita hoaks, seperti kasus yang terjadi baru – baru ini di Selangor, Malaysia.

“Untuk kasus di Malaysia, generasi milenial tidak perlu cemas atau takut, biarkan panwaslu setempat bekerja sesuai mekanismenya didukung oleh polisi malaysia,” tambah Kompol Harto.

Sementara itu, Koordinator bidang divisi SDM Bawaslu Lampung Tengah Eko Pranoto menyatakan, berita hoaks yang disebar kepada masyarakat seringkali mencuplik berita yang benar, namun makna dan substansinya diselewengkan untuk tujuan negatif. Untuk mengatasi hal tersebut, negara telah melakukan berbagai langkah serius untuk memberantas berita hoaks. Sehingga generasi muda milenial yang paham teknologi, perlu berperan aktif dalam memberantas berita hoaks.

”Apalagi menjelang hari pencoblosan, generasi milenial, perlu memilah informasi yang didapat melalui gadget, karena bisa jadi hal itu adalah berita hoaks,” kata Eko.

Apabila ditemukan pelaku penyebar berita hoaks, segera laporkan ke Bawaslu atau kepada pihak kepolisian, sebagai langkah pencegahan. Lebih lanjut Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung Wirdayati mengatakan, berdasarkan survei 90% berita hoaks beredar melalui media sosial, oleh karena itu generasi milenial terutama yang ada di Lampung harus berperan aktif memberantas berita hoaks.

“Generasi milenial harus siap menjadi garda terdepan, pemberantas berita hoaks, dimulai dari wilayah Lampung,” kata Wirdayati.

Wirdayati juga mengajak generasi milenial lampung untuk selalu menjadi pemirsa yang cerdas, karena bila penyiaran sehat maka pelaksanaan pemilu 2019 akan semakin bermartabat.