Beranda Headline Kapitra Ampera Sebut Pria Bertato Ingin Celakai Dirinya

Kapitra Ampera Sebut Pria Bertato Ingin Celakai Dirinya

WIB
115 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Penampakan dua orang yang dikabarkan sebagai pelaku pelempar bom molotov di rumah Kapitra Amprea. [istimewa]

Redaksikota.com – Bakal Calon Anggota Legislatif dari PDIP Kapitra Ampera mengaku sudah diintai sejak lama sebelum rumahnya dilempar bom molotov. Dia mengklaim mencium sejumlah oknum tidak suka dengan keputusan dirinya bergabung ke PDI Perjuangan.

Kapitra mengatakan ada orang bertato mondar-mandir di kawasan rumahnya. Bahkan mereka datang ke masjid untuk menanyakan dirinya kepada orang lain.

Kapitra menyerahkan berkas untuk pendaftaran caleg sekitar akhir Juli. Sejak saat itu, khususnya pada satu minggu terakhir, ia menyampaikan, banyak intimidasi dan kecaman ditujukan pada dirinya. Di antaranya melalui pesan singkat “Whatsapp”.

“(Sebelum pelemparan bom molotov) ancaman ada dari Whatsapp. Tapi, saya tahu pelakunya, dan dia sudah datang minta maaf,” kata Kapitra di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2018) malam.

Kapitra yakin serangan bom molotov terhubung dengan sikap politiknya.

“Saya masuk PDIP karena ingin menyampaikan kebenaran. Tampaknya, ada satu statement (pernyataan) saya kemarin yang buat orang berang,” kata Kapitra.

Ia menjelaskan dirinya sempat mengatakan bahwa kabar PDIP itu PKI merupakan informasi menyesatkan. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan banyak pendukungnya berbalik membenci Kapitra, khususnya setelah ia mendaftar jadi kader PDIP.

“Saya katakan, yang bilang PDIP itu PKI, (ucapan itu) haram dan menyesatkan, karena saya melihat langsung seluruh acara partai ditutup doa secara Islam. Mbak Puan (Maharani) juga selalu secara spontan menyebut Insya Allah, dan yang lainnya, begitupun dengan Ibu Mega. Tidak ada indikasi ciri-ciri PKI. Jadi, yang saya katakan memang benar kebenaran yang saya lihat,” jelas Kapitra.

Masih ditangani polisi

Berdasarkan pantauan di lokasi yakni di Jalan Tebet Timur Dalam 8, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018), mobil Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) tiba sekitar pukul 20.13 WIB. Tak lama, mereka langsung mengecek lokasi bom molotov yang telah dilemparkan itu dengan berbentuk botol minuman beling di depan garasi mobil.

Parat petugas itu tampak berjumlah lima orang. Tak diketahui pasti apa saja yang dilakukan di lokasi bom molotov tersebut.

Sebelumnya, dalam foto-foto yang dikirimkan, satu botol molotov pecah dan bensinnya berceceran di teras rumah. Sementara itu, satu molotov lain masih utuh.

Molotov dikemas dalam botol minuman berenergi. Ada sumbunya pada mulut botol itu. Beruntung bom molotov tersebut tidak sampai meledak dan mati saat usai dilempar.

(rel)