oleh

Peduli Gempa Lombok, Kohati PB HMI Datangi Korban Musibah

Redaksikota.com – Gempa bumi sebesar 7 SR (skala richter) telah mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Minggu 5 Agustus 2018. Dalam peristiwa itu pun dikabatkan sebanyak 91 orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka serta ribuan rumah mengalami kerusakan.

Gempa yang dirasakan berdampak langsung terhadap korban, terutama pada perempuan dan anak. Selain penanganan kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal, penanganan kondisi kejiwaan pasca gempa menjadi hal krusial yang harus segera dilakukan, mengingat korban gempa tentu mengalami trauma psikologis yang dalam.

Sekertaris Umum KOHATI PB HMI mewakili KOHATI PB HMI, Mutya Gustina mewakili KOHATI PB HMI bersama dengan kader HMI cabang Mataram mendatangi lokasi gempa di Lombok Barat dan melakukan trauma healing terhadap perempuan dan anak.

Kohati, HMI
Kohati PB HMI saat lakukan trauma healing terhadap anak-anak dan perempuan korban gempa Lombok. [istimewa]

“Tak bisa dipungkiri bahwa di setiap bencana alam yang terjadi, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak, sehingga salah satu pokok permasalahan yang menjadi krusial dalam penanganan bencana yaitu mengenai vulnerabilitas (kerentanan) perempuan dan anak dalam menghadapi bencana alam. pemenuhan kebutuhan pokok dan perbaikan infrastruktur tentu sangat dibutuhkan, namun hal penting yang tak boleh diabaikan adalah bagaimana menghilangkan trauma pasca bencana,” ujar Mutya, Senin (6/8/2018).

Selain trauma healing, hal penting yang juga harus dilakukan adalah upaya mitigasi dalam bentuk peningkatan penyadaran perempuan dan anak terhadap bahaya bencana alam serta langkah-langkah ketika terjadi gempa, sehingga dampak dari bencana alam dapat diminimalisir.

Bahkan disampaikan Mutya, bahwa sampai hari ini, belum banyak terlihat relawan yang melakukan penanganan psikologi terhadap perempuan dan anak. Untuk itu, Mutya berharap adanya keterlibatan organisasi-organisasi perempuan lainnya dalam melakukan healing terhadap anak-anak dilokasi gempa.

(rel)

Komentar

Jangan Lewatkan