Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Banyak asumsi dan persepsi liar di kalangan masyarakat terkait dengan polemik yang terjadi antara Banser NU dengan panitia penyelenggara di Masjid Shalahudin, Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo, Kota Surabaya, tepatnya dalam agenda pengajian yang menghadirkan Ustadz Khalid Basalamah sebagai penceramahnya.

Namun untuk meluruskan apa yang sebenarnya terjadi saat itu, Ketua GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin pun membeberkan peristiwanya. Dan dalam kronologi yang diterima Redaksikota, Riza mengatakan bahwa permasalahan itu muncul sehari sebelum acara pengajian tersebut berlangsung. Bahkan ada proses komunikasi yang coba dipakai antara Banser NU dengan panitia penyelenggara, hingga berakhir penurunan paksa Ustadz Khalid Basalamah dari mimbar ceramah dan digantikan dengan ustadz lainnya.

Untuk mengetahui runtutan peristiwa itu, berikut adalah kronologi lengkapnya :

 

Jumat (3/3/2017)

14.00 WIB
Ada laporan bahwa pengajian Ustadz Khalid Basalamah akan diadakan di masjid Salahuddin, Puri Gedangan setalah ditolak di Surabaya, Lamongan dan Gresik.

15.00 WIB
PAC Ansor Gedangan melakukan konsolidasi internal sekaligus kordinasi untuk mengirimkan surat penolakan resmi kepada pihak yang berwajib yakni Polsek Gedangan.

19.00 WIB
Polsek Gedangan melakukan mediasi antara PAC Ansor Gedangan didampingi pengurus cabang dan MWC NU setempat untuk bertemu dengan panitia penyelenggara, dan keputusan menunggu jam 24.00 atau 00.00 WIB apakah pengajian itu diteruskan ataukah tidak.

00.00 WIB
Panitia mengatakan bahwa acara itu akan tetap dilaksanakan, hal ini kerena semua persiapan sudah matang bahkan undangan kepada para jamaah juga sudah menyebar luas.

 
Sabtu (43/2017)

03.00 WIB
PAC Gedangan mendapat informasi terkait kehadiran Ustadz Khalid Basalamah (walau durasinya diperpendek), dan pihak Ansor diputuskan akan tetap mengawal untuk menolak kehadiran Khalid Basalamah dalam pengajian tersebut.

06.00 WIB
Beberapa jamaah sudah mulai berdatangan dan sahabat-sahabat Ansor serta Banser juga mulai bergerak menuju masjid.

07.00 WIB
Ketika sebagaian besar peserta pengajian sudah di Masjid, Ansor tetap menahan diri di sekitar gerbang terpisah-pisah menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang dan panitia, terkait dengan kepastian hadirnya Khalid Basalamah.

08.00 WIB
Basalamah naik podium dan sebagian Ansor serta Banser yang sudah di sekitar perumahan mendekat ke lokasi Masjid, tujuannya yakni bukan membubarkan pengajian melainkan menolak dan menghentikan ceramah yang dilakukan oleh Khalid Basalamah.

08.30 WIB
Ketua PC Ansor yakni Ahmad Zaini sudah berada di lokasi dan bernegosiasi dengan pihak kepolisian serta panitia, agar Kholid Basalamah turun dari podium. Dan PC Ansor dan Banser minta ketemu langsung dengan Khalid Basalamah untuk melakukan tabayyun.

09.45 WIB
Panitia disaksikan Kapolres mengatakan bahwa yang sedang ceramah adalah recording rekaman dalam format CD. Namun justru ada sahabat Ansor yang melihat bahwa itu adalah ceramah asli yang disampaikan oleh Khalid Basalamah. Peristiwa pembohongan ini pun kemudian menimbulkan sedikit ketegangan. Karena beberapa sahabat Ansor meminta masuk ke dalam masjid.

Dan sebagai catatan bahwa, ketegangan terjadi bukan Ansor dengan jamaah, melainkan antara Ansor dengan pihak Kepolisian yang mengamankan di pintu samping masjid.

09.00 WIB
Kholid Basalamah berhenti berceramah dan digantikan oleh ustadz lain. Usai Khalid Basalamah turun dan menghentikan ceramahnya itu, sahabat Ansor juga belum ada yang langsung beranjak pulang. Bahkan mereka sama sekali tidak membubarkan diri maupun membubarkan kegiatan pengajian itu dengan alasan, bahwa untuk memastikan agar Khlaid Basalamah tidak naik panggung lagi untuk meneruskan ceramahnya.

09.30 WIB
Kapolresta Sidoarjo langsung memediasi pertemuan antara Ansor, panitia penyelenggara dan pengurus masjid. Dalam pertemuan itu menghasilkan beberapa poin diantaranya adalah :
1. Bahwa pengurus masjid akan menghentikan ceramah Khalid Basalamah dan tidak akan menaikkan panggung lagi, sekaligus ke depan Masjid Salahuddin tidak akan mengundangnya lagi.
2. Ke depan akan dibuatkan perjanjian kesepakatan hitam di atas putih berupa MoU bersama, dan difasilitasi oleh Kapolresta Sidoarjo bahwa masjid itu netral. Dan apabila mengadakan kegiatan akan konsultasi (nunggu MoU mendatang).
3. MWC NU, Kapolresta Sidoarjo dan pihak panitia naik panggung untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait beberapa insiden. Upaya itu dilakukan sebagai klarifikasi sekaligus meredam emosi kedua belah pihak.

10.10 WIB
Panitia, Kapolresta Sidoarjo dan ketua MWC Gedangan naik panggung dan berbicara di hadapan jamaah secara bergantian, untuk sama-sama agar dapat menjaga ukhuwah Islamiyyah.

10.45 WIB
Tim negoisasi keluar dari masjid bersama Kapolresta dan pihak panitia, pengurus masjid menemui massa Ansor dan Banser, yang memang sudah berada di sebelah selatan luar pagar Masjid Salahuddin itu.

11.00 WIB
Ketua PC Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin menjelaskan kepada massa Ansor dan Banser serta wartawan terkait tujuan penolakan sekaligus membacakan hasil MoU yang disepakati oleh seluruh elemen tersebut. Kemudian Kapolresta Sidoarjo menyampaikan sambutan dan persoalan pun dianggap selesai. Selanjutnya Kapolresta, panitia dan ketua PC Ansor melakukan jabat tangan sebagai bentuk persoalan sudah selesai antara seluruh pihak terkait dengan peristiwa tersebut.

11.30 WIB
Pengajian dilanjutkan sampai selesai dengan tanpa Ustadz Basalamah hingga menjelang persiapan shalat dzuhur. Usai menjalankan shalat tersebut, Ansor dan Banser baru bersedia membubarkan diri. Namun sayangnya, saat dalam perjalanan menuju pulang, tiba-tiba ada laporan jika ketua PAC Tulangan (kang Zaini) dipukul oleh salah satu jamaah pengajian tersebut saat berjalan dari parkir mobil ke arah timur bundaran perumahan.

11.45 WIB
Klarifikasi kasus pemukulan dan mencari terduga pemukul yang tentunya sudah ditindaklanjuti oleh pihak Polsek setempat.

13.30 WIB
Beberapa pengurus Ansor dan Banser langsung bergegas menuju ke Mapolsek Gedangan dengan tujuan ingin melakukan pengecekan sekaligus ingin Tabayyun atau klarifikasi motif pemukulan terhadap salah satu ketua mereka.

14.45 WIB
Pertemuan antara Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Zaini dan terduga pemukul untuk melakukan klarifikasi dan komunikasi lebih lanjut.

15.00 WIB
Cak Zaini memaafkan terduga pemukul demi menjaga ukhuwah Islamiyyah sekaligus menunjukkan bahwa Ansor dn Banser tetap mengedepankan rasionalitas. Namun dengan catatan agar pelaku pemukulan tersebut meminta maaf secara tertulis kepada organisasi.