ilustrasi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Pol Hamli mengatakan ada dua faktor yang membuat radikalisme bisa sampai masuk dan mempengaruhi civitas akademik di lingkungan kampus. Salah satu penyebabnya karena pemahaman agama yang kurang.

“Jadi mungkin pertama (alasan radikalisme masuk ke lingkungan kampus) pemahaman anak-anak yang kurang tentang agama,” kata Hamli dalam diskusi di Rumah Dinas Menteri Agama Komplek Widya Chandra III No 9 Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

Faktor kedua, menurutnya, karena mahasiswa kekurangan wawasan kebangsaan. Karenanya, dua hal itu harus didorong untuk menanggulangi radikalisme masuk ke kampus.

“Bahwa memahami Islam itu harus secara komprehensif, memahami tidak hanya satu tapi harus komprehensif jangan hanya satu tafsir yang dia lihat supaya nanti tidak terjebak hanya itu-itu aja,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menag Lukman Hakim berpesan kepada para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia agar fokus terhadap isu ini. Ia berharap para rektor fokus dalam ranah PTKIN saja.

“Mari kita mulai dari lingkup yang bisa kita lakukan tanpa harus menyalahkan orang lain, itu bukan tradisi kita. Tradisi kita apa yang bisa kita lakukan di lingkup kita masing-masing di PTKIN. Oleh karenanya kita batasi di PTKIN,” kata Menag Lukman.