Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

GORONTALO, Redaksikota.com – Ketua Pengurus Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Provinsi Gorontalo, Prof. Hj Moon Hidayati Otoluwa menyampaikan bahwa Pancasila adalah sebuah konsensus yang dapat membuat Indonesia bersatu.

Karena menurutnya, dalam Pancasila terdapat sebuah konsepsi yang sangat besar bagi bangsa Indonesia sebagai sebuah ekspresi kemajemukan.

“Pancasila merupakan konsepsi dan cita-cita bangsa. Ada beberapa karakter Indonesia diantaranya kebesaran, kekuasaan dan kemajemukannya sehingga diperlukan suatu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat untuk menopang karakteristik bangsa itu,” kata Prof Moon Hidayati dalam Seminar Kebangsaan bertemakan “Merawat Kebhinekaan, Menumbuh Kembangkan Toleransi Antar Umat Beragama” di Aula Haryono Suyono Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Jumat (28/12/2018).

Dalam kemajemukan itu, ia menganggap bahwa Pancasila juga telah mengakomodir seluruh hak-hak masyarakat, baik dalam beragama, bersosial dan saling bekerjasama satu dengan yang lainnya.

“Mewujudkan masyarakat adil dan makmur dan hal yang dapat dilakukan adalah menghargai kebhinekaan, kerjasama atau gotongroyong, melaksanakan ajaran agama masing-masing, dan memupuk persaudaraan yang tinggi,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh generasi muda Indonesia khususnya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo, agar terus merawat Pancasila sebagai konsensus persatuan dan kesatuan. Apalagi saat ini banyak sekali ditemukan upaya pemecah-belahan generasi bangsa karena mengkultuskan perbedaan.

“Di samping itu banyak juga isu-isuyang ingin memecah belah bangsa dan peradaban anak cucu kita yang sudah lama hidup saling menjaga dan merawat Kebhinekaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasatgas Polres Gorontalo, AKP Omizon Eka Putra juga menekankan bahwa Indonesia lahir karena perbedaan.

“Indonesia penuh dengan keragaman, ras, adat, agama dan budaya,” kata Omizon.

Namun sayangnya, perbedaan tersebut masih belum dapat dipahami dan dimaknai secara utuh oleh sebagian masyarakat Indonesia sehingga antar mereka masih terjadi benturan.

“Beberapa kejadian tahun lalu pernah terjadi, perang agama di Ambon yang menelan banyak korban kerena persoalan mayoritas salah satu agama yang ada di daerah tersebut. Perang suku yang terjadi di Kalimantan yakni antara suku Dayak dan Madura,” terangnya.

“Mengapa terjadi Konflik?. Konflik terjadi karena tidak ada persatuan, solusinya adalah merajut keragaman menjadi persatuan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, AKP Omizon juga mengajak seluruh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan menjaga nilai-nilai Kebhinnekaan dalam berbangsa dan bernegara.

“Bhineka Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda tetap satu, merupakan visi bangsa sejak dulu dan harus dipertahankan oleh anak bangsa,” tuturnya.

“Harapannya pemuda Indonesia menjadi agen of change dan selalu bersyukur dengan yang dipunya saat ini,” tegasnya.

Terakhir, AKP Omizon juga berpesan kepada seluruh warga khususnya kaum muda Gorontalo agar tidak mudah percaya apalagi sampai memproduksi dan menyebarkan konten hoaks.

Ia bergarap agar Gorontalo damai dan aman.

“Jangan ada isu di media sosial berdampak bagi kita pecah belah dan yang mayoritas tidak menghormati yang minoritas bahkan sebaliknya seperti itu,” pungkasnya.

“Gorontalo itu harus menjadi kota yang mempunyai kerukunan serta kedamaian yang menjadi contoh bagi kota-kota lainnya, karena dengan damai kota akan menjadi sejuk untuk kota menjadi nyaman untuk kamtibmas serta kota menjadi produktif untuk roda ekonomi,” tutupnya. (**)