Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bogor, Redaksikota- Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bogor Raya sukses menggelar pendidikan anti korupsi yang dihadiri sekitar 700 siswa sekolah dasar.

Ketua PGK Bogor Raya, Herli Antoni dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa gerakan ini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab moral kelompok aktivis dan pemuda dalam memerangi kasus korupsi di Indonesia. Uniknya, gerakan ini juga diiringi dengan aksi minum susu anti korupsi.

“Gerakan ini merupakan gerakan moral yang sedang kami gagas dan kembangkan , program ini sebagai langkah dari gerakan anak muda yang peduli akan masa depan bangsa . Gagasan ini diharapkan menjadi sebuah pola hidup yang sehat yakni minum susu setiap hari dengan harapan juga tertanam pada pola pikir anak untuk memerangi korupsi,” ujar Antoni (Sabtu, 27/7/19)

Mantan Presiden BEM Universitas Pakuan tersebut juga menjelaskan terkait alasan media kampanye kreatif mereka yakni sebotol susu segar yang dinamai susu anti korupsi.

“Kami ingin mencoba untuk merubah mindset bahwa korupsi adalah budaya. Korupsi ini laiknya penyakit kanker yang menggerogoti bangsa ini, sehingga perlu penanganan yang bersifat pencegahan dan masif agar generasi bangsa ini tidak terpapar penyakit kanker korupsi,”tegasnya.

Dalam kampanye ini PGK berkolaborasi dengan Mojang Jajaka Kota Bogor. Sosialisasi gerakan pendidikan Anti korupsi sejak usia dini untuk pertama kalinya dilakukan kepada 700 siswa di SD Negeri Layung Sari 1 dan 2.

Kegiatan ini mendapatkan respon yang luar biasa dari peserta didik serta para guru , hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan anti korupsi memang sangat penting dan dibutuhkan.

“Metode yang kami sampaikan juga di sesuaikan dengan dengan kebutuhan peserta didik dengan menyampaikan materi fokus pada 9 karakter pendidikan anti korupsi anak usia dini yaitu : Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Bertanggung Jawab, kerja keras, sederhana, Berani Dan Adil,” jelas Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Pakuan tersebut.

PGK menyampaikan terimakasih pada semua pihak yang sudah mendukung gerakan ini. Melihat antusias  yang tinggi dari masyarakat serta banyak sekolah yang menginginkan sosialiasi anti korupsi di tempat mereka,  maka diagendakan pekan depan PGK akan menyelenggarakan kegiatan serupa di sekolah yang berbeda.

“Allhamdulillah, respon dari masyarakat sangat positif, dari sekolah-sekolah juga. Pekan depan rencananya kami akan sosialisasi lagi dengan target jumlah peserta mencapai ribuan orang,”tutup Antoni. (Red/HS)