Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Sukabumi, Redaksikota- Perhelatan tahunan yang digelar oleh Riungan Mahasiswa Sukabumi (RIMASI) yang bertajuk “Sukabumi Education Fair” sukses digelar. Kendatipun pihak pemerintah Kota maupun Kabupaten Sukabumi dinilai tidak peduli pada kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dihelat di empat titik yang berbeda itu diantaranya, Sukabumi Utara bertempat di Cicurug, Sukabumi Tengah di Gedung Juang Kota Sukabumi, Sukabumi Barat di Gedung Olah Raga Pelabuhan Ratu dan Sukabumo Selatan di SMAN 1 Jampang Kulon. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 13, 14 dan 19,20 Januari 2019.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Sukabumi ini ternyata tidak membuat pihak pemerintah terkait turut aktif mendukung penuh. Padahal beberapa kali pihak panitia kegiatan melakukan audiensi degan pihak pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum RIMASI, Muhamad Ikhsan. Pihaknya merasa tidak mendapat perhatian layaknya putra daerah yang tengah membantu program pemerintah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita sudah berulang kali mengadakan audiensi dengan pemerintah kota maupun kabupaten Sukabumi. Namun, hingga kegiatan berakhir mereka sama sekali tidak menghiraukan. Jangankan mensuport dalam bentuk materi, diundangpun tidak mau datang. Padahal mereka sudah siap hadir, makanya kita pasang photo mereka,” ujarnya kepada pewarta (Selasa, 22/01/2019)

Kegiatan yang melibatkan ratusan relawan dan ribuan siswa se kota dan kabupaten Sukabumi ini tidak membuat pemerintah mendukung secara penuh bahkan tidak peduli.

Hal senada diungkapkan oleh Abdu Amar ketua pelaksana acara RIMASI. Pihaknya merasa kecewa atas sikap pemerintah yang mempermainkan panitia.

“Insiden seperti ini cukup untuk membuktikan bahwa pihak pemerintah Kokab Sukabumi tidak peduli pada generasi muda yang tengah berjuang untuk daerahnya. Kita sangat kecewa atas perlakuan mereka, padahal selama ini kita yang kuliah di luar Sukabumi belum pernah menerima bantuan apalagi meminta anggaran mereka,” ungkapnya geram.

Selain itu, pihaknya juga menambahkan akan melakukan kritik keras terhadap pemerintah.

“Masa kegiatan positif seperti ini mereka tidak mau hadir. Kita akan melakukan aksi besar besaran mengutuk keras atas tindakan tersebut,” tutupnya.