t
Beranda Pendidikan Danrem 061 Surken, Minta Santri Pahami Makna Bela Negara ‎

Danrem 061 Surken, Minta Santri Pahami Makna Bela Negara ‎

WIB
195 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota, Bogor – Pelatihan Pendahuluan Bela Negara ‎(PPBN) terhadap santri/santriwati Pondok Pesantren Riyadul Aliyah dan Al Minhaz adalah sebagai wujud dari tekad dan sikap warga negara Indonesia, untuk menghalangi segala bentuk dan aktivitas yang bisa mengancam terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Demikian ujar Danrem 061 Surya Kencana (Surken), Letnan Kolonel Inf. Mizar Agus disela-sela penutupan PPBN Santri Ponpes Riyadul Aliyah dan Al Minhaz Caringin, Kabupaten Bogor. Selasa, (19/7/17).

Menurutnya, kegiatan PPBN di ponpes tersebut bertujuan untuk memperkuat karakter bangsa dan karakter para santri dimana materi-materi yang telah diberikan saat kegiatan bisa dipahami oleh santri-santri secara aplikatif. “Anak-anak santri ini harus tahu apa sih bela negara itu, membela negara tidak harus seperti TNI. Sebagai contoh memenangkan pertandingan sepak bola ditingkatan kecamatan saja sudah bisa dikatakan bagus, apalagi sampai bisa mengibarkan bendera merah putih di negara lain, itu sudah jadi bagian bela negara. Membela negara itu tak usah seperti kami,”Kata Danrem.
Sebagai warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membela negara. Apalagi, doktrin TNI dalam pertahanan miiliter dalam menghadapi ancaman militer sudah jelas. ‎”Jadi sangat penting bagi kita untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar paham terhadap pentingnya bela negara, kemudian mendekatkan diri antara pemerintah, masyarakat dan lingkungan yang ada dimasing- masing wilayah karena kebetulan dikorem kami banyak pondok pesantren,”Ungkapnya.
Berkaitan dengan keberadaan teroris, di negara kita yang identik dengan mayoritas​ islam dibantahnya. Mengingat teroris itu tidak selalu beragama islam, seperti teroris di negara-negara lain yang bukan islam pun ada. Jadi dalam hal ini jangan mengidentikkan secara teori dengan salah satu agama. “Itu kan paham terorisme. Kelakuan orang didalamnya melakukan teror, sedangkan siapa saja bisa melakukan teror atau jadi teroris,”Tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Riyadul Aliyah, KH.‎Hasan Basri, sangat mengapresiasi kepada pihak yang telah menyelanggarakan  kegiatan PPBN khususnya TNI. Dimana dengan telah diselenggarakannya kegiatan tersebut diharapkan para santri memahami hasil dari pada pelatihan ini serta bisa memaknainya akan arti pentingnya bela negara.
“Saya berharap para santri dan santriwati yang telah mengikuti kegiatan PPBN bisa mengambil hikmah dan memaknai pentingnya bela negara. Karena, bagaimana pun juga membela negara terhadap ancaman dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan Negara kita sudah menjadi bagian dari pondok pesantren ini,”Tuturnya.
Terpisah, salah seorang santri ‎yang mengikuti PPBN, Siti mengungkapkan perasaan bangga menjadi warga Negara Indonesia. Terlebih lagi bisa setelah mengikuti pelatihan kegiatan bela negara. “Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena disinilah saya bisa memahami apa itu sebenernya bela negara. Kelak suatu hari nanti saya bisa membela negara yang yang saya cintai melalui kegiatan positif,” ucapnya.
Lebih lanjut, saat mengawal rombongan pimpinan ponpes beserta jajaran Korem menuju pekarangan untuk melakukakan penanaman pohon usai penutupan PPBN. (Kontributor *Agus)