Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Yohanis Gama Marschal Lau (13) mendadak populer di jagad dunia maya setelah aksi superberaninya terekam kamera saat memanjat tiang bendera di Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden itu berlangsung saat upacara pengibaran bendera merah putih tiba-tiba talinya bermasalah, sehingga dengan inisiatifnya bocah Kelas 7 di SMPN Silawan itu memanjat dan membetulkan tali tiang bendera.

Berkat aksi nekat dan beraninya itu, Yohanis diganjar dengan beasiswa pendidikan dari Gubernur NTT. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Biro Humas Pemprov NTT, Samuel Pakereng.

“Penjabat malam tadi sudah memutuskan memberi beasiswa. Pada Minggu malam atau Senin pagi akan bertemu di rumah penjabat Gubernur,” kata Samuel kepada wartawan, Jumat (17/8/2018).

Samuel mengatakan bahwa Pemprov NTT sangat bangga melihat aksi heroik Yohanis tersebut. Bahkan mereka menganggap apa yang dilakukan bocah tersebut merupakan bagian dari bentuk nasionalisme yang ada pada dirinya.

“Penjabat gubernur memutuskan memberi beasiswa kepada anak itu karena di saat sekarang masih ada anak-anak yang punya rasa kebangsaan yang tinggi, nasionalisme terhadap penghormatan bendera merah putih sangat tinggi,” tuturnya.

Beasiswa dari PLN

Tidak hanya dari Pemprov NTT saja, beasiswa juga diberikan dari PLN NTT. Pasalnya, kebanggaan mereka terhadap aksi Yohanis tersebut perlu dicontoh.

Berdasarkan keterangan dari Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali bahwa aksi Yohanis adalah wujud dari rasa naisonalismenya sebagai generasi bangsa Indonesia. Maka sudah wajar ketika PLN memberikan bantuan dana pendidikan berupa beasiswa sampai gelar sarjana.

“Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi ‘Putra PLN’ dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1,” ungkap Ali hari ini.

Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter.

Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.

“Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia,” pungkas Ali.