oleh

Mahasiswa UIN Jakarta Menggelar Aksi Berikan Uang Receh Di Gedung Rektorat

-Pendidikan-341 views

Jakarta, Redaksikota-  Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta,  melakukan aksi demonstrasi di depan rektorat hari ini, Selasa, (17/07/2018). Aksi tersebut adalah lanjutan dari aksi yang sempat diwarnai kericuhan sehari sebelumnya.

Tuntutan yang dibawa yaitu mengenai pemungutan biaya cek kesehatan mahasiswa baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan secara tiba-tiba diwajibkan membayar Rp. 120.000. Mahasiswa yang melakukan aksi tersebut meminta agar kampus memfasilitasi tes kesehatan secara gratis bagi mahasiswa baru seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta, Ahmad Nabil Bintang mengatakan aksi ini kembali digelar karena belum adanya respon yang positif dari pihak kampus pasca audiensi.

“Mulai dari audiensi dan datang baik baik sudah kami lakukan. Namun, tetap tanggapan-nya sangat tidak pasti dan mengambang,” ujar Nabil.

Selain itu, Wakil Ketua DEMA UIN Jakarta, Adi Rahardjo, ikut menyayangkan tanggapan pihak rektorat yang selalu gagap dalam menjelaskan pada mahasiswa terkait transparansi keuangan. Selain itu, Adi menilai penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga saat ini masih banyak menimbulkan persoalan dikalangan mahasiswa. Pihaknya mengaku akan terus melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kampus yang dinilai merugikan mahasiswa tersebut.

“Kami tidak akan menyerah dalam menyuarakan aspirasi dan menuntut apa yang sudah kita bukukan dalam Sapta cita tuntutan kami,” tegas Adi.

Menarik, demo di depan rektorat kali ini diwarnai oleh aksi memberikan uang receh sambil menyanyikan lagu mengheningkan cipta. Sontak hal ini membuat hening seluruh peserta aksi. Sultan Rivandi, yang menginisiasi aksi ini menyebutkan bahwa hal tersebut adalah simbol perlawanan kepada pihak kampus yang dinilai sangat materialistis dalam pengambilan kebijakannya.

“Aksi ini kita lakukan untuk menunjukan simbol ketidakbecusan Rektor dalam mengambil kebijakan. Uang receh dan menyanyikan lagu mengheningkan cipta di depan rektorat adalah simbol pemberontakan,” demikian Sultan. (HS)

Komentar

Jangan Lewatkan