oleh

Begini Cara PerguNU Kota Depok Jauhkan Pelajar dan Santri dari Intoleransi

DEPOK, Redaksikota.com – Meningkatnya sentimen keagamaan yang berkembang belakangan ini perlu segera disikapi secara bijak, tak hanya cepat namun juga harus tepat. Salah satu akar dari mencuatnya sentimen tersebut adalah intoleransi yang menjalar hampir ke berabagai lini. Dan untuk urusan ini, sekolah ternyata seringkali tak menjadi tempat yang aman dari ungkapan kebencian.

Survei Toleransi Pelajar Indonesia yang dilakukan oleh oleh Setara Institute tahun lalu menunjukkan fakta ini. Di mana 35,7 persen siswa diketahui memiliki paham intoleran yang baru dalam tataran pemikiran; 2,4 persen sudah menunjukkan sikap intoleran dalam tindakan dan perkataan; dan 0,3 persen berpotensi menjadi teroris.

Untuk mensikapi hal ini, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menggelar kegiatan bertema Jurnalistik Pelajar Damai. Ketua pelaksana acara, Abdul Hakim, S.Ud, menyebut gelaran ini dimaksudkan sebagai pemberian bekal kepada para siswa dan seluruh elemen sekolah atau pesantren dalam menghadapi bahaya intoleransi dan radikalisme.

Ratusan peserta kegiatan yang berasal dari berbagai sekolah dan pesantren di wilayah Depok diberi materi seputar jurnalisme damai, mulai dari etika menerima dan menyebarkan informasi hingga kiat-kiat menulis kreatif.
Pergunu menghadirkan tiga narasumber untuk membidani bagian ini, masing-masing Hanifah Haris dan AMAN Indonesia, Saiful Falah dari Santri Menulis dan Khoirul Anam dari Narasi Damai Nusantara.

“Informasi bisa membuat kita terbuka, namun bisa juga membuat kita celaka. Semua tergantung pada bagaimana kita mengolahnya,” Kata Anam saat mengisi sesi.

“Harus kritis, jangan mudah percaya dan sharing sebelum saring,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Hanifah, menurutnya, peredaran informasi, terutama di internet, harus disikapi dengan bijak.

“Selalu pastikan untuk memeriksa kebenaran sebuah berita, jangan mudah percaya, ya” jelasnya.

Sementara Saiful Falah memberi tips menulis, tak hanya itu, ia juga membagikan bukunya “Tulis saja!” kepada semua peserta. Ia berharap Pergunu dapat mengawal lahirnya penulis-penulis muda yang kritis dan kreatif.

Kegiatan yang digelar pada 8-9 September 2018 di kawasan Margonda Kota Depok ini juga diisi dengan deklarasi pelajar dan santri damai kota Depok.

(nam/red)

Komentar

Jangan Lewatkan