oleh

Gelar Woman Leadership Workshop, Kohati Mantab Siapkan Pemimpin Perempuan Masa Depan

Redaksikota.com – Ketua Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Organisasi (PSDO) KOHATI PB HMI, Eva Nurpadilah menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menggelar kegiatan Woman Leadership Workshop. Dimana dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk melahirkan sebuah optimisme demi mencetak kepemimpinan perempuan yang berkapasitas di masa mendatang.

Menurutnya, perempuan sudah saatnya tampil untuk mengisi ruang-ruang kepemimpinan mainstream, apalagi dilihat data bahwa sejauh ini peran perempuan dalam ranah politik saja misalnya hanya mencapai 30 persen keterwakilan. Padahal menurutnya, peluang perempuan bisa lebih dari itu.

“Pada ranah kepemimpinan, pencapaian keterwakilan 30% perempuan dalam partai politik hari ini terkesan ‘dipaksakan’, kaum hawa hari ini kewalahan padahal sangat berpeluag besar untuk kiprah perempuan sebagai subjek dalam kancah politik bukan lagi sebagai objek politik,” kata Eva dalam keterangannya yang diterima Redaksikota, Minggu (5/8/2018).

Selain di kancah politik, Eva juga mengatakan peluang kepemimpinan juga bisa direbut oleh kaum hawa. Banyak bidang yang bisa diambil oleh keum perempuan mulai dari akademis dan sebagainya.

“Kepemimpinan perempuan tidak hanya pada ranah politik saja, sebetulnya banyak sekali lahan untuk perempuan menggambil peran kepemimpinan dalam setiap lini seperti kepemimpinan di wilayah Akademisi, Ekonomi dan bidang lainnya,” tuturnya.

Namun ia mengatakan kepemimpinan di ranah politik bisa menjadi salah satu tolak ukur persentase tingkat keterwakilan perempuan dalam posisi pemimpin.

“Bahwa akan ada beberapa penurunan yang melijit tentu dikarenakan berbagai hal. Penurunan kuota dari 16% hingga 11% tersebut harus dijadikan bahan evaluasi yang mendalam bahwa masih banyak perempuan yang lebih memilih mundur dibandingkan terus bertarung dalam pertarungan politik,” ujarnya.

Alasan yang sangat mendasar disampaikan Eva adalah karena memang secara sistem kultut maupun kepemimpinan, kaum perempuan tidak dipersiapkan untuk menjadi seorang leader.

“Hal tersebut dikarenakan karakter perempuan yang tidak pernah dipersiapkan,” imbuhnya.

Kepemimpinan perempuan bisa lahir dari HMI

Di sisi lain, Eva juga menjelaskan bahwa HMI memiliki concern untuk memberikan pendidikan bagi generasi muda Indonesia khususnya kaitannya dengan karakter dan intelektualitas demi mempersiapkan para pemimpin muda.

“Hampir di setiap elemen lapisan masyarakat kader HMI hadir sebagai agent of change dan agen of social control, dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran surat Al – Hujarat ayat 13 dan diteguhkan dalam Al- Quran surat An – Nahl ayat 97,” tuturnya.

“Dengan landasan bahwa Perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaan dalam berperan sehingga mengantarkan bahwa perempuan juga layak menjadi seorang Pemimpin,” tegasnya.

Melalui beberapa penjelasannya itu, Eva sangat ingin agar kehadiran salah satu elemen penting HMI yakni Kohati dapat memberikan konstribusi yang aktif dalam mencetak para pemimpin perempuan di masa mendatang, salah satunya adalah dengan program Woman Leadership Workshop tersebut.

“Woman Leadership Workshop sesungguhnya sebagai optimisme bahwa KOHATI mampu mempersiapkan keder-kadernya sebagai perempuan di HMI yang berkapasitas untuk memimpin di segala lapisan masyarakat kedepannya,” jelasnya.

“KOHATI optimis berpartisipasi penuh untuk membantu mewujudkan masyarakat adil makmur, sehingga partikel adil gender dapat dipupuk dengan pembinaan yang lebih massif dengan pembangunan karakter perempuan yang layak disebut sebagai seorang pemimpin,” tutup Eva.

(ibn)

Komentar

Jangan Lewatkan