Muhammad Ridal
Bakal calon Ketum PBHMI, Muhammad Ridal saat serahkan berkas pendaftarannya. [istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Direktur Badan Koordinasi Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhammad Ridal, secara resmi menyerahkan berkas pencalonan diri menuju kursi Ketua Umum PB HMI pada Kongres HMI XXX di Ambon Februari mendatang.

Ridal datang menyerahkan berkasnya sekitar pukul 21.20 WIB disertai dengan Tim Pemenangannya pada hari Selasa (30/1/2018).

Tiba di sekretariat PB HMI, Ridal masuk ke ruangan yang telah disediakan sebagai tempat penyerahan berkas. Di tempat tersebut, Ridal disambut oleh ketua Steering Commitee (SC) Kongres HMI, Hery Mauliza, beserta jajarannya, sebagai tim verifikasi berkas dan dokumen calon kandidat.

Ori, sapaan akrab Hery Mauliza menyebutkan, bahwa Ridal pada hari ini telah resmi menyerahkan berkas pendaftaran. Menurutnya, dokumen dan berkas yang diisyaratkan SC telah dipenuhi oleh Ridal.

“Secara kasat mata tadi semua berkas dan dokumennya telah lengkap,” ujar Ori di kantor pusat PB HMI di Jalan Sultan Agung Nomor 25 A, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ori menambahkan SC secara umum mengalokasikan waktu 20 Januari s/d 31 Januari 2018 untuk proses pendaftaran dan penyerahan berkas. Pasca ditutupnya pendaftaran, akan diadakan proses verifikasi selama 3 hari. Apabila selama verifikasi itu ditemukan kekurangan dalam berkasnya atau pun ditemukan penambahan data, maka pihak SC akan menghubungi calon untuk melengkapinya.

“Intinya 3 hari itu sudah harus fixed semuanya,” kata dia.

Sementara itu, Ridal mengatakan telah siap, bahkan telah memikirkan gagasan dan program kebijakan yang akan ditawarkan untuk HMI, jauh sebelum isu pencalonannya sebagai ketua umum.

“Kongres itu bukan sekedar hitung-hitungan politik semata. Jauh lebih penting dari itu, ialah konsep dan gagasan yang kita berikan. Kongres HMI sejatinya adalah momen adu gagasan,” kata Ridal usai serahkan berkas pendaftaran dirinya.

Ridal memaparkan pentingnya teknologi dan produktifitas karya dalam membangun sumber daya manusia di HMI.

“Karya setiap kader HMI, harus dijaring, harus diberikan ruang, dan harus dipublikasikan secara masif. Dengan begitu, ilmu pun teraplikasi dalam bentuk kekinian yang milenial,” tambahnya.

Dalam peranannya mewujudkan tatanan masyarakat yang ideal, sambung Ridal, HMI harus mampu menawarkan konsep perkaderan yang sesuai dengan zaman. Sebab menurutnya, suatu organisasi dengan sendirinya akan ditinggalkan bilamana ia tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kemajuan.

“Saya berkeyakinan bahwa HMI dengan corak keislaman dan keindonesiaannya, bila dibalut dengan teknologi akan secara efektif dapat membantu mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah. Maka, HMI Milenial adalah jawaban atas permasalahan organisasi ini,” tutur Ridal dengan sangat percaya diri. (Ded)