Beranda Headline Isu Israel, Nuruzzaman Nilai Fadli Zon Hanya Keras ke Kiyai NU, ke...

Isu Israel, Nuruzzaman Nilai Fadli Zon Hanya Keras ke Kiyai NU, ke Prabowo Takut

WIB
1.052 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

JAKARTA, Redaksikota.com – Komandan Densus 99 Banser NU, Mohammad Nuruzzaman mentertawakan Fadli Zon tak berani mengkritik Prabowo Subianto saat ketua umumnya itu menyatakan mendukung Australia memindahkan Kedubes mereka dari Tel Aviv ke Yerussalem.

“Dulu ketika kiyai kami Khatib Aam PBNU datang ke Israel, semua orang teriak (mengkritik -red) termasuk Fadli Zon teriak soal kedatangan kiyai kami di Israel yang sedang melakukan upaya perdamaian di sana,” kata Nuruzzaman saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

“Sekarang pada kemana mereka saat pak Prabowo mendukung pindahnya Kedutaan Besar (Australia) di Yerusalem,” imbuhnya.

Melihat sikap Fadli Zon dan para pendukung Prabowo Subianto tersebut, Nuruzzaman yang juga eks Wasekjen DPP Partai Gerindra itu menegaskan bahwa soal Palestina tersebut tak ada urusannya antara kubu oposisi pro atau kontra, tapi seluruhnya hanya masalah dagelan politik semata. Dan bagi Nuruzzaman, situasi semacam itu adalah problem besar di tensi politik nasional.

“Ini artinya memang persoalannya bukan soal Israel atau bukan Israel, tapi soal politik. Soal suka atau tidak suka terhadap orang yang membuat pernyataan. Inilah yang menurut saya jadi masalah,” tuturnya.

Perlu diketahui bahwa Khatib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf sempat hadir dalam beberapa forum yang digelar di Israel pada pertengahan bulan Juni 2018 lalu. Dimana dalam kehadirannya itu, ulama NU yang karib disapa Gus Yahya tersebut menyuarakan misi perdamaian yang dikhususnya untuk menyikapi konflik antara Israel dan Palestina.

“Saya datang ke Yerussalem dengan perhatian yang sangat dalam karena saya takut dan khawatir bahwa nanti ke depan semua usaha untuk perdamaian terhenti, bahkan harapan untuk perdamaian sirna,” kata Gus Yahya dalam sambutannya di acara The Truman Institute, Israel.

Namun ia menegaskan kedatangannya itu justru membuka mata bahwa persoalan perdamaian sejujurnya masih berpotensi mungkin terjalin di antar kedua negara berkonflik itu.

“Tapi ketika saya tiba di sini, bertemu, berkomunikasi dengan banyak orang, saya masih melihat bahwa masih ada harapan (untuk menciptakan perdamaian),” imbuhnya.

Sayangnya, misi perdamaian yang diupayakan Gus Yahya yang juga notabane menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut mendapatkan cibiran keras dari beberapa kalangan termasuk Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

“Kunjungan Wantimpres Yahya Staquf ke Israel selain menciderai reputasi politik luar Indonesia di mata internasional, juga melukai rakyat Palestina,” kata Fadli, Rabu (13/6).

Bahkan Waketum DPP Partai Gerindra itu menilai Gus Yahya telah melanggar konstitusi.

“Selain itu bisa melanggar konstitusi dan UU No 37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Dalam konstitusi kita tertulis tegas penentangan segala bentuk penjajahan,” imbuhnya. (red)