Mustofa Nahra
Mustofa Nahrawardaya dan Ismail Yusanto saat foto bersama. [foto : Redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengajak para peserta Reuni Akbar Mujahid 212 untuk memesan dan menginap di hotel-hotel mewah di kawasan Jakarta sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas) sebelum datang ke acara yang digelar oleh GNPF Ulama dan PA212 itu.

Tidak hanya memesan untuk menginap di hotel mewah saja, bahkan Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga meminta agar struk pembayaran hotel dipamerkan di lini massa.

“Silahkan pesen tiket paling mahal di Grand Indonesia, Kempinski. Pesen hotel yang harganya Rp1,3 juta lebih per malam dan tunjukkan agar kita tidak direndahkan oleh cebong-cebong,” kata Mustofa Nahra di Gedung Joeang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Selain itu, Mustofa juga meminta agar seluruh peserta tidak membawa atribut kampanye apapun termasuk membawa bendera partai politik dan foto Capres-Cawapres. Hal ini menurutnya untuk menghindarkan dari stigma negatif bahwa Reuni Akbar Mujahid 212 telah ditunggangi dan dimanfaatkan oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk berkampanye politik.

“212 unsur kampanye tidak boleh ada karena khawatirnya dianggap ditunggangi Prabowo,” tegasnya.

Meskipun dirinya mengaku bukan bagian dari tim kepanitiaan Reuni Akbar Mujahid 212 tersebut, Mustofa mengatakan ada yang unik dalam agenda Reuni tersebutr, yakni penampakan Habib Rizieq bin Shihab secara live melalui layar lebar yang pasang dalam kegiatan tersebut.

“Besok 212 itu akan ada teleconference langsung dengan Habib Rizieq secara live. Ini teknologi terbaru,” terangnya.

(ibn)