achmad baidowi
Achmad Baidowi (Awiek). NET
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Wakil sekretaris Jenderal DPP PPP, Achmad Baidowi mengatakan meskipun kasus “Tampang Boyolali” yang sempat menggegerkan kancah perpolitikan Indonesia beberapa hari terakhir telah dihentikan oleh Bawaslu, namun kasus tersebut harus menjadi pelajaran penting agar siapapun bisa menjaga mulutnya masing-masing.

“Meskipun tidak ada pelanggaran kampanye, paling tidak ini menjadi warning bagi paslon ataupun elite untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di publik, terlebih hal-hal yang bersifat sensitif,” kata pria yang karib disapa Awiek itu kepada awak media, Jumat (30/11/2018).

Baginya, statemen semacam itu bisa berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Maka dari itu, dalam menyampaikan apapun, sebaginya siapapun baik Capres-Cawapres maupun calon anggota legislatif (caleg) lebih mengontrol tutur katanya dan konten kampanyenya, sehingga tidak ada yang justru merasa dirugikan.

“Jika kita tidak berhati-hati, maka akan sangat merugikan dan meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Sementara terkait dengan pemberhentian kasus “Tampang Boyolali” Prabowo Subianto oleh Bawaslu, Awiek tak ingin berkomentar lebih jauh. Ia menilai hal itu menjadi kewenangan dan domain dari lembaga penyelenggara pemilu saja.

“Itu hak dan kewenangan Bawaslu menangani perkara. Apakah termasuk pelanggaran pemilu atau bukan pelanggaran,” tegasnya.