Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Pasca pesawat Boeing Lion Air JT-610 hilang kontak dan dikabarkan jatuh di Tanjung Karawang, Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) geram terhadap maskapai penerbangan Lion Air.

Apalagi terhitung sudah 33 kali sejak 2002 terjadi kecelakaan penerbangan, adapun kecelakaan yang dialami oleh pesawat yang terkenal dengan jadwal pberangkatan molor alias delay itu.

“Kementerian perhubungan wajib memberikan sanksi berat kepada maskapai penerbangan Lion Air, karena maskapai ini sangat berbahaya bagi keselamatan dan keamanan warga negara Indonesia,” kara Ketum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra dalam keterangannya kepada media, Selasa (30/10/2018).

“Oleh karena hal tersebut, kami mendesak dirjen Hublu kemenhub mencabut izin operasional maskapai Lion Air sampai mereka bisa membenahi manajemen perusahaan yang tidak merugikan kita semua,” sambungnya.

Bintang juga menambahkan, bahwa maskapai penerbangan Lion Air bukan hanya kerap terjadi kecelakaan, namun diduga kuat karena seringnya human error dan memang sering kali ditemukan dalam perusahaan bisnis penerbangan ini.

“Kita semua masih ingat kejadian 2013 dimana pilot Lion Air memakai narkoba dan mengakibatkan kecelakaan penerbangaan terjadi saat itu,” ujarnya.

“Ditambah suara desahan pramugrari yang diduga pilot melakukan hubungan (suami istri) di dalam kokpit pesawat, tentu hal ini sangat membahayakan keselamatan dan keamanan kita,” tambah Bintang.

Selanjutnya, Bintang mengungkapkan Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang terjatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan peristiwa terjatuh pesawat tersebut karena diduga pesawat dipaksakan terbang oleh pihak maskapai Lion Air.

“Pesawat JT 610 dikabarkan sempat bermasalah di denpasar bali, namun kenapa pihak maskapai tetap memaksakan, bagian controling flight dari pihak maskapainya gimana bisa memberikan izin, kami duga ini faktor ketersengajaan pesawat masalah di paksakan terbang akhirnya korban jiwa yang ada, sudah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk Lion Air masih beroperasi, harus segera ditutup ini maskapai,” tuturnya.

Terakhir SEMMI juga tak lupa mengucapkan bela sungkawa yang paling dalam bagi keluarga korban bencana jatuhnya pesawat lion air JT 610, dan meminta kepada kemenhub untuk segera menindak tegas maskapai lion air.

“Kami doakan korban bencana dapat diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini, amin, kami hanya menegaskan kami akan memberikan surat kepada kemenhub ri untuk memberikan sanksi tegas kepada maskapai lion air dan berharap kejadian ini terakhir terjadi pada penerbangan pesawat diIndonesia,” tutupnya.

(rel)