Irman Gusman
Irman Gusman. [foto : jpnn]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Pihak Kejaksaan Agung mengatakan, bahwa kasus dugaan suap kuota impor gula yang menjerat mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman sama sekali tak berkaitan dengan perkara‬ penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya (RPB) tanpa label SNI di Sumatera Barat, yang saat ini tengah berjalan di Pengadilan Negeri Padang.

‪”Enggak ada kaitannya. Itu kasus yang berbeda, di Sumatera Barat kan peredaran gula tanpa SNI, kalau IG kita enggak tahu,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukun Kejagung (Kapuspenkum), M Roem usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Tim Pengkajian terkait kasus Irman Gusman di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

‪Lebih lanjut Roem mengakui adanya oknum jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumbar yang bermain dalam perkara yang sedang diadili di PN Padang itu.

Jaksa yang dimaksud adalah Farizal yang menerima uang dari pihak yang berpekara yakni mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya Xaveriandy Sutanto yang diduga membayar Jaksa Farizal untuk membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.

‪”Tapi ada oknum kita yang ditangani KPK ya kita kasih kesempatan seluas-luasnya,” tandasnya.

‪Sementara itu juru bicara Tim Pengkajian terkait kasus Irman Gusman, Andi Muhammad Iqbal Parewangi mengungkapkan sampai saat ini tim pengkajian belum mengambil kesimpulan dari rapat dengar pendapat bersama berbagai pihak yang dilakukan sejak awal pekan ini.

‪”Jika kita punya kesabaran lakukan kajian sambil hormati proses hukum, banyak hikmah yang dipetik minimal jita tidak ikut-ikut menebar fitnah,” tegas Iqbal.

Kasus ini berawal ketika KPK tengah menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.‬

‪Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.

‪Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman tapi dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah. [ike]