Aksi tolak Harry Azhar Azis sebagai calon Ketua BPK.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta – Puluhan Mahasiswa yang tergabung di dalam Sentral Kajian Strategis Mahasiswa (SKS-M) melakukan aksi unjuk rasa menolak Harry Azhar Azis masuk dalam daftar pencaolan anggota BPK Priode 2019 – 2024 di depan Kantor badan Pemeriksa keuangan RI (BPK RI) siang dini hari (30/7/2019).

Pasalnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis yang merupakan calon anggota BPK petahana ini sebenarnya tidak layak untuk menduduki kursi anggota BPK pada periode kedua, karena beberapa catatan miring. Beberapa catatan publik atas latar belakang (track record) Harry Azhar Azis antara lain adalah catatan miring yang dilabelkan kepadanya.

“Harry Azhar Azis telah cacat secara integritas moral dan kejujuran. Diketahui, Anggota BPK yang pernah menjadi Ketua BPK selama 2,5 tahun itu namanya tercatat dalam kepemilikan perusahaan di luar negeri seperti terungkap dalam dokumen Panama Papers,” kata koordinator aksi, Hayum.

Ia juga mengatakan bahwa dalam dokumen Panama Papers, Sheng Yue International Limited diduga sebagai perusahaan milik Harry yang didirikan di yurisdiksi bebas pajak yang diduga bertujuan menghindari pembayaran pajak kepada negara. Atas desakan publik, Harry Azhar Azis telah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Kode Etik BPK. Dia terbukti melanggar kode etik terkait dengan kepemilikan perusahaan di luar negeri seperti terungkap dalam dokumen Panama Papers.

“Sayangnya, hukuman yang diterima oleh Harry Azhar Azis sangat ringan, yaitu hanya teguran tertulis,” imbuhnya.

Kasus panama papers itu menurut Hayum sudah menunjukkan jika Harry Azhar Azis sudah absent dalam menjaga kejujuran dan integritasnya.

“Sebab, berdasarkan Pasal 13 huruf (d) UU No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), salah satu syarat calon anggota BPK harus memiliki integritas moral dan kejujuran. Dalam kaitan dengan kasus Panama Papers, terbukti Harry Azhar Azis terbukti tidak memiliki integritas moral dan kejujuran,” ujarnya.

“Seharusnya, Komisi XI DPR lebih teliti melihat rekam jejak calon anggota BPK, termasuk Harry Azhar Azis ini,” tambah Hayum.

Hayum juga mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang masuk kepada pihaknya itu, Harry Azhar Azis sebagai Anggota 6 BPK yang membidangi pemeriksaan keuangan di wilayah Indonesia bagian Timur, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, BPJS, BPOM, diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatannya dengan modus meminta “jatah proyek” secara tidak langsung melalui oknum Auditor Utama dan oknum para Kepala Perwakilan dan oknum auditor.

Atas dasar itu, Hayum menyatakan bahwa pihaknya menuntut agar Komisi XI DPR RI membatalkan pencalonan Harry Azhar Azis sebagai calon ketua BPK.

“Mendesak agar Komisi XI DPR RI mencoret nama Harry Azhar Azis dalam daftar calon anggota BPK periode 2019-2024 karena kami menilai beliau telah cacat secara integritas moral dan kejujuran, yang menjadi salah satu syarat calon anggota BPK,” tuntutnya.

Selain itu, Hayum juga meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyadap seluruh aktivitas percakapan elektronik orang-orang terdekat Harry Azhar karena ada indikasi pelanggaran hukum lainnya.

“Mendesak agar KPK menyadap dan menelusuri aktivitas orang-orang dekat Harry Azhar Azis, baik itu Auditor Utama, Kepala Perwakilan, dan para auditor karena kami mendapat laporan ada dugaan dan sinyalemen mereka sedang mencari pendanaan guna pencalonan Harry Azhar Azis,” tutupnya.

Aksi yang sempat membuat macet jalan di depan kantor BPK RI tersebutpun berakhir caos dengan pihak keamanan BPK RI. Hingga dipisahkan oleh pihak keamanan dan akhirnya massa pun membubarkan diri. []