Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. [foto : Redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Ketua Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin), Ali Mochtar Ngabalin menilai penunjukan Habib Rizieq bin Shihab (HRS) sebagai Calon Presiden di Pilpres 2019 oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA212) dalam Rakornas mereka hanya bentuk dagelan semata.

Menurut Ngabalin, PA212 sama sekali tidak memiliki legitimasi secara hukum untuk menunjuk seseorang menjadi Calon Presiden maupun Calon Wakil Presiden. Dan yang bisa melakukan hal tersebut adalah Partai Politik.

“Siapa yang usul (HRS Capres)? Endak bisa itu. Yang berhak untuk usung Capres Cawapres itu adalah partai politik dalam regulasi kita,” kata Ngabalin di Gedung Grand Sahid, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (29/5/2018).

Ia menilai siapapun boleh mengusulkan seseorang untuk menjadi Capres dan Cawapres. Hanya saja jika disebut mengajukan maka hal itu tidak bisa dibenarkan karena secara regulasi perpolitikan di Indonesia tidak bisa dibenarkan.

“Boleh siapapun boleh usul, tapi yang punya ketentuan perundang-perundangan (untuk mengusung calon) itu kan parpol atau partai koalisi,” tegasnya.

Sementara itu, dengan manuvernya Persaudaraan Alumni 212 sebagai manifesto gerakan 212 yang dimotori oleh para ulama dan cendekiawan di pertarungan politik Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama dengan dalil agama yakni penegakan Surat Al Maidah ayat 51, dan kini lebih dominan sebagai gerakan politik praktis, Ngabalin pun memberikan sikap kerasnya.

Ia menilai seharusnya gerakan yang digadang-gadang sebagai gerakan keagamaan dan keummatan tersebut tidak seharusnya dijadikan lahan politik praktis. Jika ini dilakukan terus menerus, ia khawatir marwah religiusitas pemuka agama di gerakan tersebut justru akan dikesampingkan ummat sendiri.

“Itu yang berkali-kali saya bilang bahwa jaga marwah agama dan kesucian Islam sebagai sistem nilai yang haq tidak ada bandingnya. Jaga kesucian itu. Muruah sebagai ulama dan Muruah sebagai pemuka agama sehingga orang tidak menilai kita tidak pandai berdemokrasi dan tidak pandai bernegara,” tuturnya.

Habib Muhammad Rizieq bin Shihab Diusung Capres 2019

Perlu diketahui bahwa usai kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Persaudaraan Alumni 212 menyatakan siap mengusung Habib Rizieq sebagai Capres 2019 mendatang. Bahkan Ketua Umum PA212 Slamet Maarif juga mengatakan bahwa penunjukan Habib Rizieq sebagai Capres tersebut mencuat dari berbagai usulan anggota PA212 yang ada.

“Berdasarkan suara-suara pendapat yang masuk dalam rakornas tadi, sebagian besar peserta rakornas menginginkan agar PA 212 memperjuangkan Imam Besar Umat Islam HRS untuk menjadi capres RI,” ujar Slamet dalam konferensi pers rakornas PA 212 di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5).

Selain nama HRS sebagai Capres 2019, Slamet Maarif juga mengatakan dalam Rakornas tersebut, PA212 juga mengusulkan beberapa nama untuk maju sebagai Cawapres mendampingi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Salah satu diantaranya adalah sosok Prabowo Subianto yang justru diusung Partai Gerindra sebagai Capres 2019 mendatang.

Kemudian ada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat non-aktif Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, bahkan ada juga pengacara Eggi Sudjana dan Ustadz Bachtiar Nasir.

“Kemudian juga tadi sempat masuk dari peserta musyawarah beberapa nama-nama yang direkomendasikan untuk diperjuangkan untuk menjadi cawapres, di antaranya Ahmad Heriyawan, Hidayat Nur Wahid, Yusril, Anies Matta, Zulkifli Hasan, Eggi Sudjana, Ustadz Bachtiar Nasir, Prabowo Subianto,” sebut Slamet. (ibn)