Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Mantan komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan bahwa, saat ini ada segelintir orang atau kelompok yang sengaja menghembuskan isu perang ideologi Pancasila dengan ideologi Khilafah dan Radikalisme .

“Ada yang sedang membangun narasi bahwa pilpres saat ini adalah pertarungan antara idelogi khilafah dan Pancasila,” kata Natalius dalam diskusi ngopi ngerumpi di kantor ILEW, Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019).

Pigai juga mengatakan, bahwa saat ini ada yang sedang mencoba untuk membuat framing, jika pasangan Prabowo-Sandi menang, maka Indonesia akan menjadi negara Khilafah.

Menurutnya, framing semacam itu menyesatkan dan tidak mendasar. Hal ini lantaran di barisan kelompok pendukung Capres-Cawapres 02, ada orang-orang non muslim termasuk dirinya.

“Mereka tidak tahu di kelompok Prabowo banyak orang non muslim, seperti saya, Rocky Gerung, bahkan ibunya prabowo non muslim,” terangnya.

Lebih jauh Pigai mengatkan, isu Khilafah ini dibangun oleh kelompok lingkaran dari kubu Jokowi-Maruf Amin.

“Megawati, Luhut Binsar Panjaitan, mereka yang membangun narasi tentang kebangkitan Khilafah pada Pilpres kali ini,” tegasnya.

Tokoh asal Papua itu menambahkan, bahwa hal tersebut diperkuat dengan adanya frame, dari institusi negara bahwa, kelompok islam radikal tersebut sudah masuk di berbagai masjid.

“Bahkan BIN (Badan Intelijen Negara) ikut serta dalam membangun framing radikalisme dan khilafah itu,” ujar Pigai.

“Kelompok Islam radikal itu sudah masuk di masjid-masjid yang ada di BUMN. Itulah yang mereka bangun dahulu,” imbuhnya.

Isu tersebut berawal ketika kubu Prabowo-Sandi banyak mendapatkan dukungan dari umat Islam, dimana mereka adalah kelompok yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia.

“Prabowo sangat dekat sekali dengan umat Islam. Karena itu dia dicintai oleh umat Islam,” paparnya.

Kedekatan pribadi antara Prabowo kepada umat Islam, dengan hal itu tidak bisa langsung mengatakan, atas nama partai lalu akan membentuk sistem bernegara secara Islam.

Namun karena intensitas dan kedekatan Prabowo dengan umat Islam itu, Pigai menilai telah berhasil membuat orang-orang sekelas Megawati dan Luhut Binsar Panjaitan iri hati.

“Yah, anggap saja mereka (Megawati dan Luhut Binsar Panjaitan) sedang iri hati dengan prabowo,” tandasnya.

Pigai menambahkan, bahwa Negara Indonesia ini tidak akan mungkin bisa untuk menerapkan ideologi Khilafah, seperti yang diterapkan di Timur Tengah.

“Di sini itu Islam ahlussunah wal jamaah. Dan cara pandang khilafah tidak mungkin seperti negara di Timur Tengah bisa diterapkan di Indonesia,” pungkasnya.

“Hukum Syariah yang sudah ada saja tidak berjalan dan sulit diterapkan di Indonesia, meskipun sudah ada Perda-nya,” tutup Pigai. (bar/red)