Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Sejken Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath memberikan memberikan tanggapan terkait dengan reaksi Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj yang melarang warga Nahdliyyin untuk ikuti Aksi 313.

Di depan wartawan, Al Khaththath mengaku sangat menghormati apa pendapatan dan reaksi dari ormas Islam lain termasuk Nahdlatul Ulama terkait aksiAksi 313 yang akan digelar oleh pihaknya itu besok. Pun demikian, ia hanya menekankan jika aksinya tersebut juga tidak bisa sembarangan dilarang.

“Saya tidak dalam posisi mengomentari pendapat seseorang, termasuk kiyai Aqil juga saya undang di sini. Kalau kiyai Aqil memiliki pandangan lain, ya silahkan, gak apa-apa. Yang penting jangan melarang, karena kegiatan ini dilindungi undang-undang,” kata Al Khaththath di Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017).

Diketahui, Aksi 313 yang akan digelar oleh FUI besok rencananya akan mengerahkan 100.000 massa dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuan aksinya itu hanya ingin bertemu dan berdialog langsung dengan Presiden tentang desakan pencopotan Ahok sebagai Gubernur DKI.

“Semoga istana bisa membuka pintunya untuk peserta aksi dan bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan suara ummat,” pungkasnya.

Aksi 313 tersebut dijanjikan Al Khaththath akan berjalan dengan damai dan tertib. Untuk itulah, salah satu alasan mengapa dalam aksi tersebut, FUI menggandeng para jawara Betawi untuk membantu melakukan pengamanan.

Diketahui, KH Said Aqil Siradj dalam sesi wawancaranya dengan salah satu stasiun televisi swasta mengaku sangat menyayangkan munculnya Aksi 313, yang membawa agenda untuk melengserkan dan mencopot Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI.

“Yang saya sangat sayangkan adalah, kalau demo itu tujuannya untuk mengalahkan seseorang (dan) memenangkan seseorang,” pungkas Kiyai Aqil.

Jika memang ada aksi unjuk rasa, Kiyai Aqil lebih mempersilahkan dan mendukung jika poin isu yang diangkat lebih universal.

“Kalau demo itu menegakkan kebenaran, sifatnya universal demi menjaga NKRI, menjaga keutuhan bangsa, ada ancaman besar bagi bangsa ini, mari kita demo. Demo anti narkoba, demo anti teroris, demo anti pedofil,” pungkasnya lagi.