bhinneka tunggal ika
ilustrasi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan bahwa pemilu merupakan bagian dari hak rakyat untuk menunjukkan kedaulatannya sendiri. Hal inilah yang kemudian dikutip oleh aktivis 98 tersebut dari UUD 1945.

“Di dalam pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) bahwa ‘Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar’, yang berarti bahwa negara Indonesia adalah negara demokrasi, yang nampak bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat maksudnya kekuasaan negara ada di tangan rakyat,” kata Hari Purwanto dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Rabu (29/8/2018).

Ia pun menilai gerakan apapun yang melakukan penggiringan dengan cara memaksakan kehendak agar publik memilih apa yang menjadi pilihan mereka, maka jelas hal itu tidak dibenarkan, termasuk juga dengan gerakan 2019 Ganti Presiden yang menurutnya lebih condong melakukan pemaksaan agar memilih pasangan calon Presiden tertentu itu.

“2019 Ganti Presiden merupakan penggiringan opini yang tidak lagi menjaga mandat berada ditangan rakyat, tapi mengajak rakyat untuk saling berhadap-hadapan. Yang pastinya akan memberikan dampak konflik horizontal sesama pendukung baik pro dan kontra terhadap pemerintah,” tuturnya.

Menurut Hari Purwanto, seharusnya seluruh kalangan bisa menahan diri untuk tidak melakukan kampanye-kampanye terselubung sebelum masa kampanye diberlakukan oleh penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Pluit pertandingan belum dimulai oleh KPU sebagai penyelenggara tapi para pendukung sudah mulai bersaing, tidak lagi mengedepankan aturan-aturan yang berlaku,” ujarnya.

Kemudian ia juga mengingatkan kembali bahwa konfli yang terjadi antara kubu pro pemerintah maupun pro oposisi tersebut justru akan memberikan efek negatif bukan hanya untuk dalam negeri saja, bahkan sampai ke luar negeri.

“Konflik horizontal malah memberikan ekses negatif buat dalam negeri maupun luar negeri Indonesia,” paparnya.

Maka dari itu, Hari pun mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia agar bersama-sama menghadirkan iklim demokrasi yang positif dan menghindarkan narasi-narasi SARA hanya untuk tujuan meraih kemenangan dalam proses demokrasi tersebut.

“Mari kita ciptakan pesta demokrasi yang damai tanpa isu SARA yang dikedepankan agar sesama anak bangsa bisa saling bergandengan tangan, meskipun berbeda pilihan dalam pemilu nanti,” tutupnya.

(ibn)