Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Papua – Pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Papua Bersatu Chris DJ Fonataba menyatakan bahwa kehadiran partai lokal tersebut di Bumi Cenderawasih, salah satunya sebagai media inspiasi untuk mendukung pembangunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kehadiran Partai lokal Papua Bersatu (PB) untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan merupakan media inspirasi di dalam rangka menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI,” katanya di Sekretariat Partai Papua Bersatu, Dolog, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua pada Kamis (24/10) malam.

Ia yang didampingi Sekjennya Darius Nawipa, Ketua DPD Partai PB Kabupaten Jayapura Bertje Mehue, Sekretaris DPD PB Kota Jayapura Alaxander Kambubui dan penasehat Hengky Kirihio menerangkan bahwa Partai Papua Bersatu lahir dari kebijakan yang dikeluarkan oleh negara untuk Papua dalam bentuk UU Otsus.

“Partai Papua Bersatu lahir sebagai media dalam rangka memberikan ruang kepada anak-anak bangsa di ufuk timur persada Indonesia, hadir untuk memberikan pikiran-pikiran dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya,” katanya.

Chris mengakui soal legalitas partai lokalnya masih diperjuangkan hingga ke Mahkamah Konstitusi dan berharap mendapatkan hasil yang memuaskan sehingga bisa ikuti pemilu pada masa yang akan datang.

Pada momentum itu, Chris juga menyampaikan apresiasinya kepada aprat TNI dan Polri yang telah menjaga jalannya pesta demokrasi hingga pada pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi dan Ma’aruf Amin.

“Saya menyampaikan selamat atas dilantiknya Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kedua saya juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah bekerja keras melindungi masyarakat Papua dan berharap tetap menjadi mitra kerja yang baik.

Mengenai penyusunan Kabinet Indonesia Maju, Chris tidak terlalu mempersoalkan terkait tidak adanya orang Papua menjadi menteri, tetapi pembangunan di provinsi paling timur Indonesia itu tetap dilanjutkan, termasuk peningkatan SDM orang Papua.

“Soal menteri itu bukan pemikiran kami, tetapi itu merupakan ranahnya Pak Presiden (Jokowi,red), yang kami dambakan adalah pengakuan partai lokal di Papua sehingga bisa memberikan kontribusi pemikiran yang positif untuk pembangunan,” katanya berharap.