Beranda News Nasional BIN Bantah Terlibat Aksi Pencekalan Rizieq di Arab Saudi

BIN Bantah Terlibat Aksi Pencekalan Rizieq di Arab Saudi

WIB
183 views
| Estimasi Baca: 1 menit
Habib Rizieq

Redaksikota.com – Dewasa ini dalam negeri tengah digegerkan soal isu pencekalan Habib Rizieq bin Shihab di Arab Saudi yang dikabarkan hendak ke Malaysia untuk mengurus dokumen desertasinya. Sayangnya, isu tersebut pun berkembang liar hingga tudingan dialamatkan kepada institusi intelijen Indonesia yakni Badan Intelijen Negara (BIN).

Kondisi ini pun membuat lembaga tersebut perlu menyampaikan klarifikasinya, bahwa masalah isu cekal oleh pihak Arab Saudi sama sekali tidak ada hubungannya dengan BIN dan Pemerintah RI. Sebab ini adalah otoritas negara berdaulat bukan atas permintaan ataupun tekanan negara lain.

“Pemerintah Saudi sendiri menyatakan tidak ada masalah dengan HRS, dan tidak pernah mencekal, hal ini sudah jelas. Tidak perlu menuding BIN, Polri maupun Kemenlu,” jelas Juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, Jumat (28/9/2018).

Wawan pun menyarankan agar ketika memang menurut Habib Rizieq masih ada masalah lain, seyogyanya segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut.

“Makin berlarut-larut maka akan memunculkan banyak spekulasi,” ujar Wawan.

Perlu diketahui bahwa juru bicara GNPF Ulama, Damai Hari Lubis mempertanyakan posisi pemerintah Indonesia dalam kasus dugaan pencekalan imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut oleh pemerintah Arab Saudi.

“Sekarang permasalahannya, kalau itu memang resmi, berarti pemerintahan Indonesia harus menjaga keselamatannya. Pemerintah asing aja sampai menjaga seperti itu. Berarti pemerintah Indonesia harus ekstra kerja keras. Harusnya secara hukum melindungi warga negara apa pun statusnya, kaitan hukum dengan Indonesia,” ujar Damai Hari Lubis kepada wartawan dikutip dari Detikcom, Rabu (26/9/2018).

Bahkan Damai pun sangat berharap kepada pemerintah, melalui bantuan DPR, agar segera memanggil pejabat terkait perihal pencegahan Rizieq ke Malaysia.

“Kami tetap mengharapkan DPR RI melalui anggotanya yang menangani untuk tetap memanggil pejabat yang dijanjikan kemarin akan dipanggil. Menlu, Kapolri, dan BIN untuk beri tanggapan maupun proteksi (terutama BIN dan Polri atas keselamatan warga negaranya di luar negeri). Masa yang lebih peduli malah negara lain?” kata Damai.