Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menyikapi kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang melakukan impor beras di saat kondisi stok beras di dalam negeri sedang surplus.

“Kami akan datang ke kantor Nasdem karena kita ketahui menteri perdagangan berasal dari kader Nasdem. Menurut kami dialah yg merugikan buruh dan rakyat akibat aktivitas impornya,” kata Said Iqbal di Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2018).

Selain persoalan Enggariasto yang melakukan impor beras itu, Iqbal juga mengatakan bahwa agenda lainnya adalah mendorong agar NasDem tidak lagi asal melakukan upaya pembungkaman terhadap Rizal Ramli karena menyuarakan kebenaran.

“Pak Rizal Ramli, Faisal Basri dan pak Ihsanuddin Noorsy bukan ekonom ecek-ecek. Mereka pasti hati-hati dan apa yang disampaikan mereka demi Indonesia kok. Jangan somasi, jangan suka takut dan jangan suka kriminalisasi,” ujarnya.

Selain ke kantor Nasdem yang dilanjutkan langsung ke gedung Kementerian Perdagangan, Said Iqbal juga mengatakan bahwa aksi yang akan dilakukan oleh seluruh buruh di bawah naungan KSPI juga akan berunjukrasa di depan gedung Bank Indonesia dan Istana Merdeka. Target aksi tersebut juga sekaligus untuk menyambut rencana kegiatan konvensi internasional yang akan digelar di Bali pada tanggal 8-14 Oktober untuk menentang annual meeting IMF-World Bank.

“Iya tanggal 1 Oktober kita akan gelar aksi awal ribuan orang di Bank Indonesia untuk menolak annual meeting IMF WB. Kami juga akan melakukan aksi unjuk rasa di depan istana merdeka,” tuturnya.

Kemudian Said Iqbal juga menyampaikan bahwa aksinya tersebut tidak hanya akan digelar di Jakarta saja, bahkan beberapa daerah pun juga akan melakukan aksi serupa secara serentak.

“Aksi mulai jam 10.00 WIB. Akan ada di 15 provinsi secara serempak aksinya,” pungkas Iqbal.