gerakan mahasiswa
[gambar ilustrasi : aktual]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Dalam mengawal Pilkada 2017 yang akan berlangsung bulan Februari mendatang, Mahasiswa di Jakarta mengaku siap memberikan sumbangsih dan perannya untuk mensukseskan pesta demokrasi serentak jilid ke II tersebut.

Hal ini pun disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Bagus Tito Wibisono. Dalam keterangannya yang diterima Redaksikota, ia mengatakan jika pihaknya sangat siap untuk mengawal Pilkada 2017 dan bersikap independent.

“Kami siap bersikap untuk independen dan siap mengawal Pilkada nanti,” kata Bagus dalam keterangannya, Rabu (28/9/2016).

Ia pun mengaku juga Mahasiswa di UNJ siap untuk membantu pemerintah sepenuh hati untuk memberikan kritikan dan masukan kepada Pemerintah, untuk menjalankan roda pemerintahan yang lebih baik lagi.

“Kami juga siap menjadi mitra kritis Pemerintah dalam setiap kebijakan,” tegasnya.

Namun ia pun mengharapkan baik Negara maupun pemilik kebijakan di Universitas untuk memberikan ruang dan kesempatan, agar apa yang menjadi konsentrasi dan suara mereka dapat disampaikan secara terbuka di hadapan publik.

“Tentu mendesak Negara dan otoritas Kampus untuk menjamin kebebasan berpendapat di ruang publik,” tandasnya.

Beberapa poin tambahan yang ingin disampaikan Bagus adalah beberapa kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap banyak persoalan. Diantaranya adalah terkait dengan proyek reklamasi, baik di Teluk Benoa maupun reklamasi di teluk Jakarta.

Selain itu, ada juga persoalan kebijakan Jokowi yakni tentang pengampunan pajak (amnesti pajak) bagi para pengusaha yang doyan mengemplang pajaknya.

“Kami dengan tegas menolak reklamasi dan tax amnesty,” ujarnya.

Untuk itu, Bagus meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menjalankan tugasnya secara maksimal dan tidak pandang bulu. Namun apa yang menjadi kerjaan KPK pun harus dilakukan sampai tuntas dan tidak menggantung seperti yang terjadi selama ini.

“Mendesak KPK agar profesional dan tidak tebang pilih. Dan kami mendesak pemerintah agar menindak tegas perusahaan ilegal penyebab kebakaran hutan,” tuturnya.

Lebih lanjut. Untuk merealisasikan gagasan ini, Bagus mengatakan jika hari ini sekira pukul 16.00 WIB, Rabu (28/9/2016), pihaknya akan melakukan long march di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur untuk mendeklarasikan TUGAS (Tujuh Gagasan Aspirasi) Mahasiswa UNJ.

“Nanti kami akan ada longmarch dan menutup satu arah jalan pemuda,” tutupnya. [mib]