Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua GP Ansor Jakarta Selatan, Sulton Mu’minah mengkritisi statemen mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal (purn) TNI Tyasno Sudarto.

Kritikan tersebut disampaikan karena ia menemukan sebuah referensi berita yang memuat statemen Tyasno di situs Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang menyatakan bahwa Tyasno berpandangan jika sistem pemerintahan Khilafah Islamiyyah layak diterapkan di Indonesia.

“Sangat layak, dan harus terus digulirkan sebagai bentuk jalan baru bagi bangsa ini,” kata Tyasno di halaman situs HTI yang diunggah pada tanggal 3 Juni 2009 silam itu.

Terkait dengan statemen Tyasno yang pernah terlontar dalam sebuah diskusi publik bertemakan “Manifesto Hizbut Tahrir Indonesia: Jalan Baru untuk Indonesia” di Auditorium Adyana Wisma Antara, Jakarta itu, Sulton pun memandang ada keterkaitan jenderal bintang empat itu dengan organisasi HTI.

“Apa beliau tidak sadar hidupnya sampai dengan pakaiannya dibiayai oleh Negara.
Atau

Setelah purnawirawan masih mengejar kedudukan dan materi sehingga berselingkuh dengan HTI,” kata Sulton mengawali.

Ia memandang secara gamblang jika HTI adalah organisasi yang mengusung sistem pemerintahan Khilafah di Indonesia. Namun jika ada jenderal TNI yang justru berada di balik gerakan itu, Sulton pun mempertanyakan ideologis jenderal tersebut.

“Kita tahu HTI memiliki ideologi yang anti pancasila dan NKRI dan ingin merubah itu menjadi sistem khalifah,” tukas Sulton.

“Kenapa masih ada saja prajurit yang hidup dan matinya hanya untuk NKRI, namun setelah pensiun malah berselingkuh dengan organisasi yang ideologinya bertentangan dengan negara,” sambungnya.

Lihat berita statemen Tyasno Sudarto tentang Khilafah

Walaupun berita statemen Tyasno tersebut sudah beberapa tahun silam dikatakan, namun tetap hal ini harus dijelaskan lagi oleh Tyasno, apakah benar dirinya sudah berselingkuh dan mendukung gerakan HTI untuk memuluskan misinya, yakni menerapkan sistem Khilafah di Indonesia.

Jika benar demikian, Sulton pun menganggap jenderal TNI seperti Tyasno ini adalah salah satu jenderal frustasi yang kurang khatam dengan materi dan wawasan nusantaranya.

“Mohon maaf kami harus katakan, apa beliau Jendral frustasi, dan pembelajaran wawasan nusantara yang kurang?,” tandas Sulton.