Ilustrasi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Berbagai persoalan yang saat ini terjadi khususnya gelombang isu SARA masih terasa sangat panas di Indonesia. Persoalan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah adalah menginteruksikan aparatur penegakan hukum untuk tegas dan adil dalam menangani berbagai persoalan hukum.

Menurut Rizal Ramli, salah satu cara untuk menangkal isu SARA di Indonesia adalah dengan penegakan hukum yang jelas dari aparat penegak hukum yakni kepolisian. Siapapun yang salah sudah seharusnya Polri memprosesnya dengan benar dan tidak terkesan membeda-bedakan.

“Begitulah hukum yang adil, tidak membeda-bedakan,” ujar Rizal dalam pertemuan Pertemuan Kebangsaan bertajuk “Mengawal Demokrasi: Menolak Politik SARA, Merawat Kebinekaan” yang digelar Perkumpulan Pembangunan Karakter dan Kebangsaan, atau Nation and Character Building Institute (NCBI) di Matraman, Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Setelah hukum yang berkeadilan ditegakkan, cara lain untuk menangkal isu SARA dan konflik-konflik lainnya di Indonesia adalah kesejahteraan. Bicara kesejahteraan, mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut mengatakan jika rakyat sudah sejahtera dan terjamin dalam urusan pangan, maka potensi konflik akan bisa diminimalisir.

“Akhiri konflik isu SARA harus perang terhadap kemiskinan,” tuturnya.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. Berbagai faktor yang bisa menjadi pemicu tak terbendungnya konflik dan polemik politik dan sosial saat ini lantaran tidak tegasnya aparatur penegak hukum menegakkan hukum di Indonesia. Kondisi ini pun sangat berpengaruh pada iklim politik di Indonesia dewasa ini.

“Demokrasi Indonesia sekarang ini adalah demokrasi transaksional. Seharusnya demokrasi Indonesia dijalankan dengan aturan yang baik, penegakan hukum yang tegas untuk membangun kesadaran masyarakat,” kata Karyono dalam sebuah kesempatan diskusi bersama dengan Mahasiswa di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2018).