Karyono Wibowo
Karyono Wibowo di Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. [foto : Redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengajak kepada seluruh Capres-Cawapres agar membangun narasi optimisme dalam petarungan Pilpres 2019.

“Semua orang harus membangun optomisme bukan pesimisme. Karena Indonesia merdeka dibangun oleh optimisme para pendiri bangsa,” kata Karyono dalam diskusi publik bertemakan “Refleksi Akhir Tahun : Indonesia Maju Atau Punah?” di Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Kemudian Karyono juga menyinggung statemen Prabowo Subianto yang menyebutkan seandainya dirinya kalah dalam kontestasi politik Pilpres 2019, maka Indonesia akan punah.

Baginya, justru statemen semacam itu sangat bertentangan dengan arus utama. Dimana banyak lembaga bahkan sekelas lembaga dunia memperhitungkan jika Indonesia akan menjadi salah satu negara besar di dunia pada tahu 2050 mendatang.

“Saya lihat pernyataan pak Prabowo yang katakan Indonesia akan punah itu justru melawan arus. Jika kita baca hasil penelitian yang dirilis PricewaterhouseCoopers, ada negara yang berpotensi dengan perekonomian terbesar, dari 32 negara Indonesia menempati urutan ke 4 menggeser Italia,” terang Karyono.

“Ini sesuatu yang menurut saya pernyataan Prabowo itu melawan arus dari sejumlah data yang disampaikan oleh beberapa lembaga kelas dunia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Karyono juga menilai bahwa rakyat Indonesia khususnya mereka yang memiliki hak suara di Pemilu 2019 adalah orang-orang yang mayoritas masuk kategori kelompok rasional. Mereka cenderung akan mencari data dan fakta terhadap apa yang disampaikan oleh kedua pasangan Capres-Cawapres.

“Pengaruh dari narasi kedua pasangan capres akan bermuara pada fakta dan realitas. Meskipun sebagian masyarakat dapat dipengaruhi dengan propaganda-propaganda tanpa data yang valid, tapi tidak kalah banyaknya masyarakat yang coba konfirmasi apakah betul apa yang disampaikan oleh Prabowo misalnya bahwa Indonesia akan punya di 2030,” jelas Karyono.

“Terbukanya informasi dan tingkat pendidikan masyarakat maka potensi publik untuk mengkonfirmasi akan terjadi. Begitu juga narasi yang dibangun Jokowi apakah benar pertumbuhan ekonomi lebih baik dibanding sejumlah negara di dunia, apakah benar kemiskinan menurun?,” imbuhnya. (**)