Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK), Muslim Arbi menilai langkah Presiden Joko Widodo menggeser Menko Kemaritiman, Rizal Ramli sebagai langkah yang mempertegas bahwa, kursi orang nomor satu saat ini adalah buah mahar pengembang saat Pilpres 2014.

“Jika benar Menko Maratim dan Sumber Daya, Dr Rizal Ramli di copot dan di gantikan dengan Luhut Binsar Panjaitan, maka ini akan membenarkan dugaan sebagian Pihak akan Isu yang berseleweran bahwa Jokowi di danai Pengembang itu benar adanya,” tulis Muslim dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota, Rabu (27/7/2016).

Ia juga menduga penggeseran Rizal Ramli juga mempertegas pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang menyampaikan jika ada dana pengembangan sebesar Rp 2 triliun untuk menghantarkan Jokowi ke kursi Presiden.

Jika benar ada aliran dana itu, Muslim pun menilai seharusnya kasus tersebut harus bisa diangkat dan dibongkar.

“Gubernur Podomoro (Ahok -red) itu yang pertama sekali berteriak. Pak Jokowi di Danai Pengembang saat Pilpres, bahkan Podomoro sudah setor Rp 2 Triliun. Ini sebetulnya SKANDAL PILPRES dan Harus di Bongkar,” tegasnya.

Lebih lanjut, dari keputusan Presiden mereshuffle kabinet dan Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman dilengserkan, Muslim mempertegas bahwa upaya Jokowi tersebut sebagai bentuk konspirasi proyek reklamasi.

“Jadi, Isu pencopotan Rizal Ramli, Pembelaan Jokowi terhadap Ahok, Perseteruan soal Reklamasi Teluk Jakarta, kesemua nya itu bisa membuka kabut soal Hajatan Pilpres itu,” tandanya.

Baca juga : Reshuffle Kabinet, Rizal Ramli: Saya Telah Berbuat yang Terbaik untuk Indonesia

Diketahui, dalam agenda reshuffle Kabinet Kerja jilid II kali ini, Presiden Jokowi akan mengocok ulang jajaran Menteri di bawahnya. Dan salah satu yang akan digeser adalah Rizal Ramli. Bahkan angin ini pun sudah berhembus pasca Menko Kemaritiman tersebut berkicau di akun Twitter pribadinya.

(mib/adt)