Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ratusan massa dari Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) menyatakan bahwa pihaknya mendorong Polda Metro Jaya untuk memproses kasus penyebaran hoax yang dilalukan oleh dua orang wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Koordinator lapangan aksi, Latupono menyatakan bahwa kasus penyebaran hoax merupakan kejahatan yang sangat tidak bisa ditolerir. Apalagi menurutnya, hoax adalah esktrumen yang sangat rentan membuat bangsa Indonesia terpecah belah.

“Isu hoax bisa picu pecah belah bangsa. Apalagi isu hoax ini dilemparkan oleh orang-orang yang punya jabatan strategis di negara ini yakni Fahri Hamzah dan Fadli zon. Ini sangat memperihatinkan. Ini sama halnya mereka adu domba anak bangsa saling berantem,” kata Latupono di depan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2018).

Ia menegaskan bahwa jika sampai Fahri Hamzah dan Fadli Zon tidak diproses, maka upaya aparat kepolisian dan elemen pemerintah yang berupaya kerasa melawan adanya hoax hanya sia-sia belaka.

“Pihak kepolisian sedang bekerja keras dan elemen pemerintah sedang bekerja keras agar tidak ada hoax di negeri ini. Tapi kita punya aktor dan otak intelektual menyebar hoax,” tuturnya.

Untuk itu ia pun mendesak kepada Kepolisian yakni Polda Metro Jaya untuk segera memanggil dan memproses Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

“Kami dorong Polda untuk seret dan penjarakan Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Negara ini adalah negara hukum, semua sama statusnya di mata hukum,” tegas Latupono.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua umum Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) Ustadz Dullah menegaskan bahwa pihaknya akan terus berada di belakang aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus yang menyeret dua orang elite parlemen itu.

“Kami akan berada di belakang Kepolisian untuk menegakkan hukum. Jangan mentang-mentang jadi Ketua DPR lalu bisa lepas dari jeratan hukum,” tegas Dullah.

Hingga sampai berita ini diterbitkan, aksi massa masih berlangsung dengan kawalan ketat dari aparat kepolisian. (ibn)