Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota – Isu hoax atau berita bohong di media sosial belakangan ini semakin ramai diperbincangkan. Masalah-masalah hoax ini berkembang secara masif ditengah-tengah masyarakat. Bahkan uniknya narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ini masih memiliki pemirsa dan pasarnya sendiri.

Polemik mengenai hoax ini mendapat respon dari berbagai kalangan masyarakat khususnya dikalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satunya dari kelompok Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) dan Mahasiswa Bela Indonesia (MBI) yang mengadakan diskusi publik dengan tajuk Indonesia Memanggil.

Dalam pemaparannya, salah satu narasumber, Riyan Hidayat mengatakan isu hoax ini sangat meresahkan masyarakat. Selain itu, wacana tentang hoax ini dikhawatirkan akan membingungkan masyarakat nantinya. Sehingga diperlukan langkah yang serius dari pemerintah dalam menyelesaikannya.

“Kita hari ini jadi bingung mana yang hoax mana yang bukan. Dan yang paling bertanggungjawab dalam menjelaskan keresahan ini adalah pemerintah, sehingga pemerintah harus serius,” ujar Ketua Generasi Politik Milenial, Riyan Hidayat, pada diskusi publik dengan tema “Mahasiswa dan Pemuda Punya Strategi Menangkal Hoax dan Melawan Hoax dengan Budaya Literasi” di Resto Pempek Kita, Tebet, Jakarta, Selasa, (27/3/2018).

Riyan menambahkan, disisi lain sebagai pemuda dan mahasiswa, harus menyadari peran dan fungsinya dalam menjaga kedamaian dan persatuan bangsa.

“Kita (pelajar dan pemuda) harus menyadari peran kita, guna meluruskan isu hoax agar tidak meresahkan masyarakat,” pungkas Riyan.

Diskusi publik yang dimoderatori oleh M.Tasrif Tuasamu ini juga dihadiri narasumber lainnya yakni, Alialudin Hamzah dari Indonesia Agraria Reform Movement, Ketua Umum PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Jurdhil Kathonna Maure, Ketua Umum PMII DKI Jakarta, Daud A. Gerung, dan Aktivis Muda Maluku, Adhit Sella . (HS).