Ari Dono Sukmanto
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. [NET]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan bahwa ujaran kebencian yang berlangsung di Indonesia saat ini sudah masuk dalam status sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Ujaran kebencian merupakan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia,” kata Komjen Pol Ari Dono dalam keterangan persnya hari ini, Selasa (27/2/2018).

Dalam kenyataan lapangan ditemukan fakta bahwa ujaran kebencian yang semakin merebak sudah masuk dalam taraf mengkhawatirkan. Dimana banyak sekali masyarakat yang termakan dengan narasi-narasi negatif tersebut, bahkan mereka sampai ada yang ikut-ikutan menyebarkannya.

“Terutama mengenai kondisi kejiwaan sebagian dari masyarakat Indonesia. Terlebih lagi saat masyarakat Indonesia lainnya malah merelakan diri untuk memakan ‘gorengan’ dari sindikat itu. Efeknya, jadi ikut-ikutan menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks,” ujarnya.

Penangkapan geng Muslim Cyber Army harus dipandang secara dewasa

Jenderal polisi bintang tiga ini juga meminta kepada masyarakat agar tidak memiliki asumsi liar terkait dengan tertangkapnya gerombolan masyarakat pegiat sosial media yang mengatasnamakan sebagai Muslim Cyber Army (MCA) tersebut.

Dikatakan Komjen Pol Ari Dono, penangkapan tersebut dilakukan murni terkait dengan upaya penegakan hukum di Indonesia. Bahwa aktivitas gerombolan tersebut sudah melanggar hukum dan meresahkan masyarakat.

“Masyarakat kemudian jangan salah persepsi. Bahkan membuat analisa yang tidak-tidak. Tolong masyarakat menggarisbawahi ini dengan tegas, penangkapan itu murni untuk menegakkan hukum karena tindak pidana ujaran kebencian,” tegasnya.

Pasca tertangkapnya geng MCA tersebut, Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh lagi narasi-narasi negatif yang disebar-luaskan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab di media sosial.

Bahkan ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak lagi ikut-ikutan untuk menyebarkan narasi hoax dan ujaran kebencian kepada masyarakat lainnya. Apalagi saat ini pasca penangkapan beberapa gerombolan MCA tersebut, polisi masih terus melakukan pengembangan.

“Sekali lagi Polri mengingatkan, hentikan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian. Hentikan kegilaan yang menggaduhkan ini. Tapi jika tidak, Polri bersama institusi lainnya serta regulasi yang sudah ada, siap memberangus pemberontak seperti ini,” tegasnya lagi.