Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Peneliti Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mengatakan, bahwa fenomena munculnya isu sara di Jakarta akhir-akhir ini, sangat erat kaitannya dengan kepentingan politik. Hal ini dinilainya sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Pun demikian, Karyono memandang jika isu saling hantam berkaitan dengan SARA tersebut, hanya akan hangat di saat proses pelaksanaan Pilkada saja, karena isu ini dianggapnya sebagai komoditas kepentingan politik semata, sehingga sifatnya temporial.

“Akan tetapi isu ini pun akan berakhir setelah pilkada, karena munculnya menjelang pilkada,” kata Karyono Wibowo di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2017).

Ditambahkan Karyono, akhir-akhir ini pun muncul isu murahan yang digulirkan yaitu isu Komunis, isu tersebut dinilainya sudah tidak cocok lagi dengan kondisi bangsa hari ini.

“Kalau di tahun 60-an, isu ini sangat cocok karena Komunis punya kantor, masa dan aktifitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengutarakan bahwa Indonesia adalah negara untuk semua agama, suku, bangsa yang tergabung dalam negara kesatuan republik Indonesia, bukan untuk satu agama, suku dan bangsa tertentu. Hal ini juga sesuai dengan pidato bung Karno dalam sidang BPUPKI pada tahun 1945 lalu itu.

“Semua ini sudah selesai, diSepakati oleh pemikir pendiri bangsa, dan kita harus hormati karena ini konsensus nasional dan semua ini sudah di tuangkan dalam Pancasila dan UUD 45,” pungkasnya. [oim]