Teuku Neta
Teuku Neta
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Demo yang digelar oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di depan Gedung DPR RI Senayan Jakarta yang meminta penolakan pengesahan beberapa RUU patut dihormati. Menurutnya, mengeluarkan aspirasi dengan turun ke jalan adalah bagian dari demokrasi.

“Kita apresiasi mahasiswa yang berunjuk rasa yang pada mulanya damai hingga siang hari, sangat kita sesalkan demo damai kemudian menjadi rusuh pada malamnya. Kita menduga pelaku kerusuhan membakar pos polisi itu bukanlah adik-adik mahasiswa,” ungkap Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus, Rabu (25/9/2019) di Jakarta.

Teuku Neta menyatakan demo adalah ekspresi demokrasi yang harus dihargai. Tetapi demo di Indonesia punya jejak rekam buruk yakni pelaku demo atau penumpang gelap yang mengikuti demo kerap menjadi pemicu terjadinya anarkis, target pelaku merusak atau menciptakan kondisi tidak kondusif.

Teuku Neta menjelaskan demo sehari di berbagai daerah itu berimbas pasar saham dari pergerakan IHSG yang turun pada penutupan perdagangan Selasa (24/9/2019). IHSG berada pada level 6.137 atau turun 1,10%. Secara year to year, indeks kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,92%.

“Demostrasi dalam skala besar dan berlarut akan melahirkan pandangan buruk dari investor terhadap Indonesia. Padahal bisnis hanya bisa bergerak dan tumbuh dalam kondisi sosial dan politik yang stabil,” terang Neta

Direktur Eksekutif The Jokowi Center ini mengungkapkan bahwa demo yang tidak siap atau tidak solid ada saja pihak yang menyusup kemudian membuat kacau.

“Demo meminta penolakan pengesahan RUU sudah diakomodir oleh pemerintah, jadi apa lagi yang dicari oleh mahasiswa?” tanya Neta kesal.

RUU yang ditolak yakni RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, revisi RUU KPK yang sudah disahkan jadi undang-undang, dan menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Teuku Neta turut prihatin karena dampak dari demo kemarin itu menyebabkan 265 mahasiswa dirawat, terdiri dari 254 dirawat jalan dan 11 dirawat inap.

Mereka terluka akibat terkena gas air mata ataupun akibat aksi dorong-dorongan yang terjadi saat berusaha menghindari tembakan gas air mata. Serta 39 polisi terkena batu, tangan patah dan sebagainya.