Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Politisi PDI Perjuangan, Effendy Simbolon menilai gugatan masa jabatan Cawapres di Pasal 169 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum oleh Partai Perindo di Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki muatan politik yang sangat nyata.

“Saya kira sudah pasti ada muatan politik keputusan JK jadi pihak terkait dalam uji materi Pasal 169 huruf n ini. Dan saya kira sudah ada komunikasi dengan Jokowi,” kata Effendy dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018).

Ia juga menilai Jokowi sangat paham tensi politik saat ini, dimana pasangan yang memiliki kedekatan emosional dan religiusitas dengan rakyat menjadi tolak ukur keterpilihan di Pilpres 2019 nanti.

Dan menurut Effendy bahwa sejauh ini seluruh nama Cawapres yang masuk ke kantong Jokowi belum ada yang memiliki prasyarat tersebut.

“Jokowi saat ini mencari tokoh yang dikenal dengan umat Islam, bukan seorang negarawan yang ngerti cara mengatur negara. Dan belum ada satu pun tokoh yang saat ini masuk bursa cawapres Jokowi lebih dekat ke umat Islam ketimbang JK,” terang Effendy.

Alasan yang kuat mengapa nama JK masih menjadi top selection di lingkaran Jokowi menurut Effendy bahwa kursi Presiden masih belum rela ditinggalkan.

“Jadi tujuannya Jokowi yang penting menang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Effendy Simbolon menegaskan sepanjang 4 tahun pemerintahan rezim saat ini, kedua pasangan itu memiliki chemistry yang baik. Bahkan berbagai pencapaian yang dilakukan pemerintah pusat adalah buah kerjasama kedua belah pihak.

“Bangunan yang berjalan hampir 4 tahun ini, ada peran aktif seorang JK. Bukan hanya karyanya Jokowi saja,” tutup Effendy.

(red)