Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua umum Serikat pekerja Kimia, Energi, Pertambangan dan Umum (FSPKEP), Sunandar, meminta kepada seluruh pimpinan daerah FSP KEP, untuk mengangkat kasus ketenagakerjaan di daerah yang belum terselesaikan. Hal ini dimaksudkan agar koordinasi dengan kepala daerah, baik bupati maupun gubernur, agar memanggil pimpinan perusahaan untuk segera menyelesaikan dengan penuh tanggung jawab.

Beberapa perusahaan yang harus menyelesaikan permasalahan di antaranya, PT Simoplas kurang lebih 3000 pekerja belum terbayar upahnya hampir 8 bulan. Padahal, sebelumnya pihak perusahaan merumahkan ribuan pekerjanya, dan akan menggaji para karyawan yang dirumahkan sebesar 69 persen dari gaji pokok yang didapatkan. Namun, hingga saat ini pihak perusahaan juga belum membayar kekurangan uang tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp1,5 juta per orang dari total THR Rp2,5 juta.

“Saya minta kepada seluruh pimpinan daerah FSP KEP untuk mengangkat kasus ketenagakerjaan di daerah yang belum terselesaikan, agar koordinasi dengan kepala daerah baik Bupati maupun Gubernur agar memanggil pimpinan perusahaan untuk segera menyelesaikan dengan penuh tanggung jawab,” kata Sunandar, Rabu (26/4/2017).

Selain PT Simoplas, beberapa daerah lain diantaranya di Gresik PT New Era, 1800 pekerja upah belum terbayar sejak bulan Februari. PT Semesta Alam lagi proses pailit, di Serang PT Kedaung, PT Mulia Inti, PT Avia Avian, PT Dolpin, PT Cabot Indonesia, di Bogor PT IKA Maestro, PT Haengnam, PT Suntory Garuda Food, di Cilegon, PT Jaya Karya Perdana, PT Indofera, PT Cabot Indonesia dan PT LOC yang harus diselesaikan permasalahannya.

“Melalui moment Hari buruh internasional, wajib dijadikan hari evaluasi untuk kesejahteraan buruh. Meskipun hari libur nasional, hari tersebut bukan hari liburan untuk buruh Indonesia, karena masih banyak yang harus diperjuangkan dan disuarakan,” pungkasnya. (lid).