Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Heboh soal praktik korupsi kolusi dan nepotisme di Kementerian Agama yang terakhir sampai menyeret nama besar Romahurmuziy, ternyata membuat geram banyak kalangan dan salah satunya adalah Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Prof. Hamka.

Pasalnya, Presiden Mahasiswa Uhamka, Arif Rachman Hakim menyampaikan sikapnya yang sangat menyayangkan praktik bobroknya birokrasi di lembaga negara itu.

“Sangatlah miris kita melihat bersama-sama, Kementerian Agama harusnya menjadi panutan dan motor bagi ummat untuk berbuat sesuai dengan tuntutan agama, tetapi kami malah kembali dipertontonkan hal-hal yang tidak terpuji oleh Kementerian tersebut,” kata Arif dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/3/2019).

Apalagi koordinator BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTMI) DKI Jakarta itu menyampaikan, bahwa kasus dugaan korupsi dan suap pengisian jabatan tinggi di Kementerian Agama itu bukan kali ini terjadi. Beberapa waktu lalu kasus korupsi pengadaan Al Quran juga sempat mencoreng wajah Kementerian yang saat ini dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin itu.

“Setelah kasus pengadaan Al-Quran serta sensasi dana haji. Sekarang kita melihat skandal jual beli jabatan. Maka kami dari BEM PTMI Daerah DKI Jakarta mengecam praktik korupsi tersebut karena telah kengintimidasi rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta, Kardian juta menyampaikan hal senada.

Ia pun meminta agar kasus tersebut dapat dituntaskan sesuai dengan hukum yang ada.

“Kami atas nama BEM PTMI DKI Jakarta meminta kepada KPK untuk bijak dalam menyikapinya, usut tuntas dan berantas kasus tersebut demi tercapainya keadilan di negari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) Deden Pratama pun meminta agar kasus tindak pidana korupsi tersebut bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Maka dari itu kasus ini benar-benar harus menjadi pelajaran buat kita semua, dikarenakan sekelas Kementerian Agama yang mengatasnamakan kebaikan dan kemaslahatan ummat tetapi masih saja terdapat oknum yang melakukan praktik suap menyuap mengenai pemenuhan jabatan,” tutur Deden.